Selasa 13 Oktober 2020, 09:25 WIB

Puskesmas Jadi Tempat Awal Skrening Covid-19

Atalya Puspa | Humaniora
Puskesmas Jadi Tempat Awal Skrening Covid-19

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
TEMPAT RUJUKAN: Gedung hotel tempat praktik siswa SMK di Klaten dijadikan ruang isolasi bagi pasien positif covid-19.

 

WARGA masyarakat yang mengalami gejala mirip covid-19 diminta segera datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan (faskes) setempat untuk memastikan penanganan secara dini. Petugas faskes atau puskesmas setempat nantinya yang memutuskan penempatan masyarakat terkonfirmasi positif covid-19.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Rita Rogayah mengatakan penentuan pasien konfirmasi ke rumah sakit atau hotel isolasi mandiri harus ada rujukan dari faskes. Berbeda dengan pasien yang ada keluhan atau bergejala itu langsung dirujuk ke rumah sakit.

"Kalau di hotel isolasi mandiri untuk yang terkonfirmasi tanpa gejala," ujar dr. Rita Rogayah dalam talkshow Update Wisma Atlet: Ketersediaan Fasilitas Isolasi Mandiri dan Perkembangan RS Rujukan di 11 Provinsi Prioritas" di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Senin (12/10).

Rita menjelaskan, sebanyak 132 rumah sakit rujukan covid-19 dari Surat Keputusan Kementerian Kesehatan dengan 35 ribu tempat tidur dan 771 dari SK Gubernur atau Kabupaten/Kota. Sehingga total seluruhnya 51.202 tempat tidur isolasi. "Kalau kita lihat saat ini sampai Oktober terlihat penambahan ruang isolasi," ujarnya.

Terkait persentase ruang isolasi, Rita mengatakan, masih tersedia 40% - 50%. Jadi kalau dilihat kondisi rasio penggunaan tempat tidur di ruang isolasi mandiri ketersediaan masih mencukupi. “Mudah-mudahan tidak bertambah kasusnya, tapi kami sudah menyiapkan rumah sakit rujukan dari SK Kemenkes dan SK Gubernur," jelasnya.

Rita menegaskan pasien terkonfirmasi positif covid-19 menjalankan perawatan di rumah sakit rujukan atau hotel isolasi mandiri gratis. Seluruh biaya perawatan dari rumah sakit atau hotel ditanggung pemerintah.

Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Tugas Ratmono mengatakan tingkat kesembuhan selalu meningkat hari per hari hingga 83%.

Tingkat kesembuhan ini dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah pelayanan atau tata laksana di RS Darurat Covid-19 pasien sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan dari Kemenkes dan dilakukan para dokter ahli penyakit paru atau ahli paru.

Selain itu, kata Tugas, faktor obat-obatan dan psikologis pasien yang berupaya selalu merasakan nyaman. Jenderal bintang dua yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI itu mengingatkan agar pasien selalu melakukan olahraga, baik yang menjalani isolasi mandiri dan gejala ringan. Terkait ketersediaan obat, Tugas mengatakan setiap hari memberikan laporan ketersediaan obat.

“Selalu dilaporkan obat yang stok kurang dan sebagainya dengan memberikan instruksi ke bagian farmasi untuk mengajukan ke Kemenkes guna menyiapkan obat-obatan," ungkap Tugas.(H-1)

Baca Juga

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/Tim Riset MI-NRC

Tetap Sehat di Tengah Berkah Wisata

👤Ardi Teristi 🕔Minggu 01 November 2020, 05:00 WIB
Pengawasan terhadap pengunjung objek wisata tidak boleh kendur. Wisatawan tetap harus menerapkan...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jurnalis Ujung Tombak Informasi Vaksinasi

👤Ant/E-2 🕔Minggu 01 November 2020, 04:50 WIB
KOMITE Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berpendapat jurnalis dan media sangat berperan dalam menyebarkan...
Michael Sohn / POOL / AFP

UE Dorong Pembatasan yang Lebih Luas

👤Nur/CNA/AFP/I-1 🕔Minggu 01 November 2020, 04:45 WIB
Eropa dan Amerika Serikat telah muncul sebagai zona bahaya covid-19 saat ini dalam krisis global, yakni lebih dari 44,94 juta orang telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya