Selasa 13 Oktober 2020, 08:23 WIB

Lakukan Rapid Test Tanpa Analis, 3 Klinik di Sorong Ditutup

Martinus Solo | Nusantara
Lakukan Rapid Test Tanpa Analis, 3 Klinik di Sorong Ditutup

ANTARA/Olha Mulalinda
Warga mengikuti rapid test di kampung nelayan Jalan Perikanan Kota Sorong, Papua Barat.

 

KARENA tidak memiliki analis kesehatan yang bisa melakukan rapid test, tiga klinik di Kota Sorong, Papua Barat, ditutup Dinas Kesehatan Kota Sorong.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sorong Suca Siwabesi dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sorong Maria Oetimur saat memberikan keterangan di kantor Dinas Kesehatan mengatakan Dinas Kesehatan Kota Sorong, Papua Barat tidak mengizinkan Klinik Khitan
Shifa, Klinik Tiara Nusantara, dan Klinik Prima Medical Center untuk melayani pemeriksaan rapid test bagi masyarakat. Pasalnya,  ketiga klinik itu tidak memiliki analis kesehatan yang bertanggung jawab terhadap hasil rapid test yang dikeluarkan.

"Yang punya tupoksi untuk melakukan rapid test adalah analis kesehatan, bukan perawat. Sementara, yang ditemukan ada 3 klinik di Kota Sorong yang melakukan rapid test tanpa analis kesehatan sehingga kami, dari Dinas Kesehatan, menutup sementara 3 klinik yakni Klinik Khifan Shifa, Klinik Tiara Nusantara, dan Klinik Prima Medical Center," ungkap Suca Siwabesi dalam keterangan resmi, Selasa (13/10).

Baca juga: Doni Ucapkan Terima Kasih kepada Bonek

Dijelaskannya, penutupan tersebut dilakukan hanya untuk pengoperasian rapid test saja karena tidak memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan pelayanan rapid test yang dikeluarkan pemerintah.

"Diketahui bahwa di Kota Sorong yang direkomendasikan melakukan pelayanan rapid test adalah Prodia, Sinifagu, Klinik Angkatan Laut, dan Klinik Bintang Timur. Sementara ada sekitar 7 klinik lainya di Kota Sorong saat ini masih dalam pantauan karena tidak memiliki izin," ujar Suca.

Dikatakan Suca, penutupan tiga klinik tersebut sudah mulai dilakukan sejak 9 Oktober 2020 lalu hingga klinik tersebut menyiapkan analis kesehatan.

"Diketahui, selama ini, sudah melakukan pelayanan rapid test, terutama bagi pelaku perjalanan. Namun, setelah kami, dari dinas kesehatan, melakukan pemantauan ternyata tidak memiliki analis kesehatan. Sehingga, harus ditutup sementara sambil mereka menyiapkan analisis kesehatan. Kalau belum maka tetap tidak diizinkan," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong Ruddy R Lakku menegaskan tidak akan mengeluarkan surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga yang melakukan pemeriksaan rapid test di tiga klinik tersebut karena telah melanggar ketentuan yang berlaku. (OL-1)

Baca Juga

MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...
dok.mi

Kasus Positif Covid-19 di Bali Trennya Menurun

👤Ruta Suryana/Arnold Dae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 16:55 WIB
KASUS positif covid-19 di Bali dalam sepekan terakhir cenderung menunjukkan tren...
Istimewa

LSI Prediksi Petahana di Pilkada Sulut Sulit Dikalahkan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 16:40 WIB
JIKA tidak ada kejadian luar biasa, pasangan petahana Olly – Steven sulit dikalahkan pada Pilkada Sulut pada 9 Desember...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya