Selasa 13 Oktober 2020, 06:39 WIB

Belajar Menjadi Produsen Kue Bolen Pisang

Tosiani | Nusantara
Belajar Menjadi Produsen Kue Bolen Pisang

MI/Tosiani
Pelatihan membuat kue untuk warga terdampak pandemi covid-19 di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

 

SECERCAH harapan terpancar dari mata Wiwin, 45, warga Desa/Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah saat menerima pelatihan memasak dari para koki SMK Negeri 2 Temanggung, Senin (12/10/2020). Ia berdiri di salah satu sudut ruangan Aula Makukuhan di Kecamatan Kedu yang menjadi lokasi pelatihan hari itu. Dengan tekun ia mengikuti arahan para koki pembimbing dan mempraktekannya.

"Sebentar lagi membuat kue bolen pisang kesukaan saya," kata Wiwin di sela pelatihan, Senin (12/10).

Kendati ia berasal dari daerah Bandung yang terkenal sebagai produsen bolen pisang, namun diakui Wiwin, ia tidak memiliki kemampuan membuat kue tersebut. Setelah menikah dan tinggal dengan suami dan anaknya di Temanggung, Wiwin lebih disibukkan dengan urusan rumah tangga dan tidak sempat belajar membuat kue.

"Baru setelah usaha suami sepi orderan dan anak saya dirumahkan dari pekerjaannya, saya terpikir untuk menjalani berbagai usaha, seperti membuat kue untuk menopang ekonomi keluarga,"tutur Wiwin.

Diceritakan Wiwin, sekitar delapan bulan terakhir, usaha percetakan suaminya yang semula ramai menjadi sepi terdampak pandemik korona. Biasanya dalam sebulan ia bisa mendapatkan hasil Rp500 ribu hingga Rp1 juta dari membuat souvenir dan sablon. Karena sejak pandemik tidak boleh ada hajatan dalam skala besar. Pendapatannya turun menjadi rata-rata Rp300 ribu sebulan.

"Apalagi anak saya yang biasanya membantu ekonomi keluarga juga dirumahkan dari pekerjaannya. Kehidupan kami sangat sulit," ujarnya.

Wiwin mengungkapkan, selama pandemik untuk keperluan makan sehari-hari keluarganya menggantungkan harapan pada bantuan dari pihak pemerintah daerah. Selama empat bulan pertama pandemik ia menerima bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan. Setelah itu bantuan yang diterimanya berkurang menjadi Rp300 ribu yang hanya ia terima sekali saja. Bulan berikutnya ia sudah tidak menerima bantuan sekali.

"Makannya saya sangat bersemangat ikut pelatihan ini agar punya ketrampilan memasak agar bisa menerima pesanan membuat kue," tutur Wiwin.

Tini,65, warga lainnya, mengaku ingin memperdalam kemampuannya membuat kue sehingga ikut pelatihan memasak. Selama ini ia sudah menerima pesanan kue tiap kali ada arisan maupun perkumpulan warga di desanya. Akan tetapi ia merasa perlu mengembangkan kemampuannya memasak.

Ketua Pelaksana Cooking Class untuk warga terdampak Covid-19 dari SMKN 2 Temanggung, Dian Kristanti, berharap warga yang menerima pelatihan memasak dapat mengembangkan kemampuannya. Dengan demikian mereka dapat menjadikan memasak sebagai nilai tambah ekonomi di keluarganya, sehingga bisa cepat keluar dari krisis.

Sebelum ini, lanjut Dian, pelatihan memasak sudah diberikan pada warga terdampak Covid-19 di Kecamatan Tlogomulyo. Berikutnya, pelatihan memasak akan diaelenggarakan di tiga lokasi. Yakni Kecamatan Tembarak, Parakan, dan Bulu.

"Yang kami berikan ini pelatihan memasak dasar karena banyak warga yang ikut pelatihan belum punya dasar ketrampilan memasak. Antara lain bikin bolen pisang yang warga bisa mendapatkannya dari kebun," kata Dian.

Ketua Kompetensi Keahlian Tata Boga SMK Negeri 2 Temanggung, Sri Sugiyarti, menambahkan pelatihan memasak kali ini diberikan pada 18 orang yang perekonomian keluarganya terdampak pandemi. Tujuannya agar mereka dapat membantu menopang ekonomi keluarga sehingga bisa secepatnya keluar dari krisis.

baca juga: Penyuluh Pertanian Sintang Sinergi dengan TMMD Kalbar

Kepala Desa Kedu, Teguh, menyebutkan, dari total 2015 kepala keluarga yang di desanya, sebanyak 1041 diantaranya terdampak pandemik secara ekonomi. Mereka adalah para petani yang nilai jual hasil pertaniannya jatuh didera pandemik, serta para buruh serabutan.

"Kami dari pihak desa memang mengajukan permintaan pelatihan memasak pada SMK 2 agar ekonomi warga kami terbantu,"pungkas Teguh. (OL-3)
 

Baca Juga

Antara

Wisatawan ke Cianjur Harus Jalani Rapid Test

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:05 WIB
WISATAWAN yang hendak berlibur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjalani tes cepat (rapid test) di check point Seger...
MI/Heri Susetyo

Maulid Nabi Pemicu Semangat Mengabdi Negara dan Layani Masyarakat

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:52 WIB
KH Ali Mas’ud mengingatkan kepada yang hadir untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah SWT. Sebab banyak nikmat yang telah...
MI/Akhmad Safuan

Pendaki Dilarang Terlalu Dekat dengan Kawah Gunung Slamet

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:50 WIB
Demikian juga pendakian Gunung Ungaran yang sebelumnya ditutup karena kebakaran, pada liburan panjang ini kembali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya