Selasa 13 Oktober 2020, 04:45 WIB

Pesantren Kerja Sama Tangani Wabah Korona

Lilik Darmawan | Nusantara
Pesantren Kerja Sama Tangani Wabah Korona

MI/ADAM DWI
Alissa Wahid, Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama.

 

JUMLAH santri yang sembuh dari virus korona di Banyumas, Jawa Tengah, terus meningkat. Laporan terakhir menyebutkan sudah 169 dari 328 santri Ponpes Al Hidayah Purwokerto yang sebelumnya positif dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto mengatakan rata-rata santri positif covid-19 tanpa gejala. Mereka tidak dirawat di rumah sakit, tetapi menjalani isolasi di tiga rumah karantina di Baturraden.

Saat ini santri yang berada di Wisma Wijayakusuma tinggal 10 orang. Menurut rencana, mereka akan digabungkan ke rumah karantina di Balai Diklat Baturraden atau Pondok Slamet. “Semuanya dalam kondisi baik, nanti dites swab lagi. Karena santri muda-muda, penyembuhannya cepat,” ujarnya, kemarin.

Di tempat terpisah, Bupati Banyumas Achmad Husein meminta seluruh jajarannya meningkatkan perlindungan kepada warga lansia dan komorbid. “Kami terus menyosialisasikan ke desa-desa agar para lansia dan komorbid di­lindungi. Kami akan memberikan edukasi kepada mereka bagaimana melindungi komorbid,” cetusnya.

Sementara itu, munculnya klaster santri membuat ponpes di Jatim sangat berhati-hati. Kemarin, lima ponpes menggandeng Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga dan Geliat Airlangga untuk penanganan covid-19.

Kelima ponpes yang tergabung dalam kerja sama itu ialah Darul Ulum, Bahrul ulum, Mambaul Maarif, Tebu Ireng, dan Lirboyo Kediri. “Ini langkah positif karena posisi pondok pesantren sangat strategis dalam rangka ikut mencegah covid-19,” tutur Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama, Alissa Wahid, saat webinar dengan lima ponpes di Surabaya, kemarin.

Ikut dalam perbicangan tersebut pengasuh lima ponpes, perwakilan LPPM Unair, Gerak­an Peduli Ibu dan Anak Sehat Membangun Generasi Cemerlang Berbasis keluarga (Geliat) Airlangga, dan didukung oleh Unicef.

Menurut Alissa, di Indonesia ada 23 ribu ponpes di bawah naungan NU. Pandemi telah membuat santri terpapar. Karena itu, peranan ponpes sangat diharapkan untuk ikut dalam pemberantasan virus mematikan ini. “Pesantren juga punya kewajiban untuk memikirkan kemaslahatan kehidupan santri dan keluarga santri,” tandasnya.

Kembali oranye

Dari Sumatra Barat dilaporkan, Kabupaten Agam yang semula berstatus zona merah kembali ke oranye, Minggu (11/10). Pjs Bupati Agam Benni Warlis sangat bersyukur dan mengapresiasi komitmen Pemkab Agam bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 dalam menekan penyebaran covid-19.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah kembali ke zona oranye. Terima kasih Pak Sekda dan GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam serta semua pihak atas kerja kerasnya,” cetusnya.

Kembalinya Kabupaten Agam ke zona oranye, imbuhnya, jangan sampai membuat lengah. Menurutnya, penerapan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru dengan disiplin akan membawa Agam kembali ke zona hijau.

Ketua Harian GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam Martiaswanto Dt Maruhun menyebut ada tambahan 4 pasien sembuh. Dengan penambahan itu menjadikan total kesembuhan sebanyak 475 orang. Adapun kasus baru terinfeksi tercatat 19 orang. (FL/YH/N-1)

Baca Juga

ANTARA

Satgas Covid-19 Mebidang Tetap Gencarkan Razia Prokes

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 14:10 WIB
Satgas Covid Mebidang sempat mengalami serangan fisik secara brutal oleh kelompok preman saat merazia sebuah tempat usaha di Komplek Brayan...
DOK MI

Sudah 599 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Gowa

👤Lina Herlina 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:56 WIB
Kota Makassar sebagai episentrum Covid-19 di Sulsel sudah tercatat masuk zona...
DOK MI

Bawaslu Bangka Belum Temukan Pelanggaran ASN

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:41 WIB
Belum ditemukan adanya aparatur sipil negara di Bangka Barat yang terlibat dalam kampanye pasangan calon dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya