Selasa 13 Oktober 2020, 04:15 WIB

Masih Ada Demo, tapi Damai

HT/AS/LN/AT/AU/YP/RK/PO/UA/SL/N-3 | Nusantara
Masih Ada Demo, tapi Damai

MI/HARYANTO
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui para pengunjuk rasa terkait Undang-Undang Cipta Kerja di depan Kantor Gubernur Jateng, kemarin.

 

UPAYA sejumlah kepala daerah turun ke tengah pendemo membuat unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja berlangsung dingin. Aksi dilakukan buruh dan mahasiswa.

Di Semarang, Jawa Tengah, mereka ditemui Ganjar Pranowo. Sang gubernur meminta mereka tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Tidak seperti pada hari pertama, kali ini pengunjuk rasa menurut.  

“Saya akan terus mendorong pemerintah pusat segera menyampaikan draf salinan resmi Undang-Undang Cipta Kerja kepada masyarakat. Dengan begitu, maka semua bisa mempelajari dan memahami setiap pasal yang ditetapkan,” janji Ganjar.

Ia juga telah membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang ingin memberikan masukan atau berkonsultasi. Semua keluhan, masukan, dan protes akan ditampung.

Sikap yang sama juga dipilih Nurdin Abdullah. Gubernur Sulawesi Selatan itu menemui pengunjuk rasa di Makassar. Kepada ribuan mahasiswa, ia memaparkan satu per satu pasal dalam UU Cipta Kerja.

“Saya akan ajak semua yang berkepentingan, pengusaha, buruh, pekerja, dan mahasiswa duduk bersama membahas apa yang bisa kita usulkan untuk diperbaiki,” ungkap mantan Bupati Bantaeng itu.

Panut Mulyono juga mengajak mahasiswa dan para akademisi untuk tidak turun ke jalan. Rektor Universitas Gadjah Mada itu memilih forum akademis sebagai sarana untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.

“Tidak usah turun ke jalan. Universitas itu tempatnya intelektual,” tandasnya.

Ketika buruh dan mahasiswa turun ke jalan, Yogyakarta merugi besar. Pada unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja, rusuh dan perusakan membuat kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Ada tiga titik kerusakan akibat demo. Di Gedung DPRD DIY saja kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta, belum di Malioboro dan kawasan Kotabaru,” ujar Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji.

Kemarin, Polda Sumatra Utara mulai mengungkap dalang kerusuhan dalam unjuk rasa di Medan. Tiga provokator yang ditangkap merupakan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). (HT/AS/LN/AT/AU/YP/RK/PO/UA/SL/N-3)

Baca Juga

MI/WIDJAJADI

Realitas Politik Kalahkan Idealisme Demokrasi

👤Widjajadi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 03:20 WIB
Demokrasi menjadi tidak sehat ketika muncul hegemoni suatu partai. Inilah realitas politik dalam pilkada...
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Kotak Kosong, Antara Makassar dan Soppeng-Gowa

👤Lina Herlina 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 03:15 WIB
Pasangan calon pilkada Kabupaten Soppeng dan Gowa, Sulawesi Selatan, bermodal kuat dengan menyapu bersih dukungan seluruh partai pemilik...
DOK MI

Survei: Danny Pomanto-Fatmati Rusdi Unggul di Pilkada Makassar

👤Lina Herlina 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 02:50 WIB
Dari hasil survei, masih ada 49 persen pemilih di Pilkada Kota Makassar Sulawesi Selatan yang bisa saja mengubah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya