Selasa 13 Oktober 2020, 02:29 WIB

Kompak Melanggar Peraturan Wali Kota

WJ/YH/MG/JS/BB/N-2 | Nusantara
Kompak Melanggar Peraturan Wali Kota

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Personel Satpol PP mencopot Alat Peraga Kampanye (APK) saat penertiban di Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, kemarin.

 

TIM sukses pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan tim sukses Bagyo Wahyono-Supardjo ternyata bisa kompak. Paling tidak, mereka sama-sama melanggar pemasangan alat peraga kampanye (APK).

Di Surakarta, Jawa Tengah, pemasangan APK sudah diatur dengan peraturan wali kota. APK dilarang dipasang di white area yang sudah ditentukan.

Namun, tim sukses kedua pasangan ternyata tidak menggubris itu. Aksi penertiban yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu dan Satpol PP Kota Surakarta, Jawa Tengah, membuktikannya.

“Sebanyak 249 APK terpaksa kami turunkan dan sita. Kedua pasangan sama-sama memasang di tempat terlarang, tapi pasangan Gibran-Teguh lebih mendominasi,” ujar anggota Bawaslu, Muhammad Muttaqin, kemarin.

Selain di white area, pelanggar­an juga dilakukan karena APK dipasang di pohon, tiang listrik, dan melintang jalan. Jenis APK paling banyak ialah baliho dan spanduk.

Penertiban APK juga masih harus dilakukan Bawaslu Kota Pariaman, Sumatra Barat. Mereka dibantu TNI, Polri, dan Satpol PP. “Sebenarnya, kami dan partai politik sudah sepakat bahwa APK yang dipasang tidak sesuai aturan akan diturunkan sendiri oleh mereka. Tapi sampai batas waktu, ternyata masih ada APK yang belum diturun­kan, jadi kami bergerak,” kata Ketua Bawaslu Riswan.

Sementara itu, dari Sumenep, Jawa Timur, dikabarkan dua pasangan calon mengincar kalangan pesantren untuk mendukung mereka. Kemarin, mereka kompak mendatangi sejumlah pondok pesantren.

Fattah Yasin-Ali Fikri datang dengan bungkus silaturahim, sedangkan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah menggelar peringatan Hari Santri Nasional. “Dukungan pondok pesantrean dan kiai di Sumenep memiliki pengaruh yang cukup besar untuk meraih kemenangan dalam pilkada. Sebab, pilihan pondok pesantren akan diikuti sebagian besar alumni dan santrinya, termasuk keluarga alumni dan wali santri,” kata pengamat politik, Mohammad Ali Humaidi.

Di Klaten, Jawa Tengah, tokoh agama juga didekati Komisi Pemilihan Umum untuk mewujudkan pemilihan bupati yang bermartabat. Kemarin, mereka dirangkul dalam sebuah sarasehan. “Kami ingin menampung usulan, saran, dan masukan tokoh agama,” kata anggota KPU Klaten, Wandyo Supriyatno. (WJ/YH/MG/JS/BB/N-2)

Baca Juga

MI/M Yakub

Siapkan 19 Pompa, Lamongan Antisipasi Banjir

👤Ahmad Yakub 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:05 WIB
Ada tiga pompa dengan kapasitas 500 liter per detik dan dua pompa dengan kapasitas 125 liter per detik di Unit Pelaksana Teknis (UPT)...
MI/Kristiadi

Suami Istri di Pangandaran Meninggal Tertimbun Longsor

👤Kristiadi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 15:01 WIB
Evakuasi terhadap dua korban yang tertimbun material longsor dilakukan warga setempat dibantu TNI dan Polri dengan menggunakan beberapa...
ANTARA/Wahdi Septiawan

Bentrok Antarwarga di Kerinci, Satu Tewas

👤Sol Mi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:11 WIB
Bentrokan yang melibatkan ratusan orang itu melibatkan warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, dengan warga Desa Semerap, Kecamatan Danau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya