Senin 12 Oktober 2020, 21:38 WIB

BNPT Terus Lakukan Identifikasi WNI Kombatan ISIS di Suriah

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
BNPT Terus Lakukan Identifikasi WNI Kombatan ISIS di Suriah

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Boy Rafli Amar (Kanan)

 

PASCA kejatuhan ISIS di Suriah, pemerintah terus melakukan proses identifikasi Warga Negara Indonesia yang tergabung menjadi anggota ISIS. BNPT menegasakn proses identifikasi terus dilakukan melalui kerjasama dengan sjumlah lembaga internasional.

Data BNPT menyebutkan setidaknya saat ini terdapat 1200 Warga Negara Indonesia yang tergabung ISIS yang masih ada di Suriah.

“Kalau data kita sampai saat ini terdapat sektiar 1200 WNI, termasuk tetnunya perempuan dan anak-anak. Ada yang di penahanan, ada yang di kamp pengungsian dan ada juga yang sedang berindah-pindah tempat untuk mencari daerah konflik yang lain. Kita akan terus pantau untuk melakukan identifikasi dan kita dalam hal ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional,” ungkap Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar saat berbincang dengan Jurnalis Media Indonesia Irvan Sihombing, dalam acara program Journlist on Duty yang disiarkan melalui IG Live @mediaindonesia, Senin (12/10).

DIjelaskan Boy, dari 1200 WNI yang terdintifikasi sejauh ini, terdapat sekitar 500 anak dan perempuan WNI yang terdapat di dalam kamp pengungsian, sebagian lagi sedang mengikuti proses hukum da nada sekitar 200 orang yang berpindah-pindah untuk mencari daerah konflik yang baru di Timur Tengah.

“Dan di dalam jumlah ini juga termasuk mereka yang pernah kembali sebagai deportan tahun lalu dan kita pernah terima, bahkan sudah juga kita berikan program deradaikalisai,” lanjut Boy.

Diakui dia bahwa proses identifikasi ini sempat mengalami kendala karena pandemi COvid-19 terutama karena keterbatasan akses transportasi di tengah adanya sejumlah pembatasn penerbangan internasional.

Sementara terkait rencana pemulangan, Boy menegaskab bahwa hal tersebut masih akan menjadi pembahasan bersama lintas kementerian yang dikoordinir oleh Menko Polhukam.

“Ini tentu masih menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dan yang pasti menunggu proses identifikasi selesai. Jadi yang paling penting sekarang adalah kita focus pada pendataan terlebih dahulu,” pungkas Boy.(OL-4)

Baca Juga

MI/ BARY FATHAHILAH

Kabiro Hukum dan Humas MA Abdullah Tutup Usia

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 09:00 WIB
Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam, Surabaya, Sabtu (31/10) pukul 01.45...
Medcom.id

Pendekatan Militer tidak akan Berhasil Atasi Terorisme

👤Che/P-1 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 04:50 WIB
Pasalnya, para pelaku teror ini saat melakukan aksinya lebih mengusung ide ketidakadilan negara terhadap pendahulu...
DOK BAKAMLA

Perairan Natuna Incaran Kapal Vietnam

👤Cah/P-1 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 04:36 WIB
Bakamla dengan menggunakan Kapal Negara (KN) Pulau Nipah 321 menangkap dua kapal nelayan Vietnam yang sedang mengambil ikan di wilayah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya