Senin 12 Oktober 2020, 21:17 WIB

Korban Investasi Bodong Melapor ke Polda Metro

Aries Wijaksena | Megapolitan
Korban Investasi Bodong Melapor ke Polda Metro

Istimewa
Advokat Natalia Rusli bersama timnya dari Master Trust Law Firm usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Senin (12/9). 

 

MARAKNYA kasus penipuan dan investasi bodong yang terjadi belakangan ini kembali menelan korban. Kali ini yang menjadi korbannya adalah nasabah Koperasi Simpan Pinjam Pracico Inti Utama dan Koperasi Simpan Pinjam Inti Sejahtera yang menelan kerugian sebesar Rp21,4 miliar.

“Ada enam nama yang kami jadikan terlapor di dalam laporan, yakni TA selaku pendiri sekaligus juga Chairman Multi Inti Sarana Group, RHD selaku Direktur Utama MIS, DH selaku CEO Pracico utama, AA, IS dan NS, yang masing-masing adalah CEO, Sekretaris, dan Bendahara Pracico Sejahtera," kata Advokat Natalia Rusli usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Senin (12/9).

Pengacara dari Master Trust Law Firm itu mengatakan laporan dibuat terkait adanya dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, kejahatan perbankan, dan pencucian uang.

Natalia mengatakan pelaporan ini merupakan kulminasi keresahan nasabah. Mereka telah berupaya persuasif namun gagal mencapai kesepakatan. “Kami mengupayakan penyelesaian melalui somasi dan mediasi. Namun ternyata hanya diberikan janji dan janji lagi, tanpa pernah ada kejelasan. Hingga akhirnya seluruh klien kami pun memutuskan untuk menempuh upaya hukum untuk perkara ini,” terangnya.

Bryan Roberto Mahulae, rekan Natalia, menambahkan bahwa modus operandi yang dipakai para terlapor dilakukan dengan cara menawarkan kerja sama investasi dan simpanan dengan imbalan hasil keuntungan yang tinggi, berkisar antara 10%-12% per tahun.

“Namun dalam pelaksanaannya, pembayaran keuntungan investasi itu tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Bahkan lebih parahnya, dana simpanan pokok yang telah disetorkan tidak bisa dicairkan. Hingga akhirnya klien kami pun mengalami kerugian,” jelasnya.

Pengacara lainnya, Jaka Maulana, menjelaskan nilai kerugian Rp21,4 miliar. “Tapi mengingat banyaknya jumlah anggota lain yang terdaftar di kedua koperasi ini, kami menduga nilai tersebut masih akan terus bertambah. Terdapat informasi, total nilai kerugian nasabah dalam kasus gagal bayar ini mencapai Rp1,3 triliun," kata Jaka.

Natalia mengatakan pihaknya membuka posko untuk menampung pengaduan masyarakat dalam investasi bodong. Masyarakat bisa menghubungi nomor 0818-899-800 atau ke email: pengaduan@mastertrustlawfirm.com. (J-1)

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

12 Ribu Calon Penumpang KA Rapid Test di Gambir dan Pasar Senen

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 15:25 WIB
Sepanjang 24-29 Oktober 2020, sekitar 12 ribu calon penumpang kereta api melakukan rapid test di dua stasiun besar Jakarta. Ini tidak...
Antara

Libur Panjang, Sudin Dukcapil Jaksel Buka Layanan Kependudukan

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 15:21 WIB
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Kota Jakarta Selatan membuka loket layanan kependudukan ditengah libur...
MI/M Irfan

Sudin Perhubungan Jaktim Pantau Arus Kendaraan di TMII

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 15:17 WIB
Selama libur panjang dan akhir pekan, sebanyak 150 personel Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur dikerahkan untuk mengatur arus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya