Senin 12 Oktober 2020, 20:52 WIB

Dituding jadi Dalang Demo Omnibus Law, SBY: Fitnah Makin Subur

Akhmad Mustain | Politik dan Hukum
Dituding jadi Dalang Demo Omnibus Law, SBY: Fitnah Makin Subur

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua Majelis Tinggi Partai demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

 

KETUA Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah tuduhan sebagai dalang di balik mobilisasi massa dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Kamis pekan lalu.

Menurutnya, semua tudingan tersebut merupakan fitnah yang tidak bertanggungjawab. Diungkapkannya, tudingan ini sama seperti 2016 saat dirinya dituduh menggerakkan massa menuntut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang dipidana atas kasus penistaan agama.

"Ya nggak tahu saya, nggak tahu, apa barangkali nasib saya dibeginikan terus ya. Nggak tahu saya. Memang kalau saya ikuti ya kembali seperti yang saya alami pada tahun 2016 lalu saya dituduh difitnah menunggangi, menggerakkan, membiayai, sama dengan sekarang sebuah gerakan unjuk rasa besar waktu itu," katanya dalam acara 'Ngobrol Santai' yang digelar kemarin dan diunggah channel YouTube-Susilo Bambang Yudhoyono, hari ini.

SBY menjelaskan kalau pun memiliki kemampuan menggerakkan massa dan uang yang banyak untuk membiayainya, hal tersebut tidak akan dilakukannya. "Saya tidak punya niat, tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat dilakukan," katanya.

Baca juga: Ada Parpol Oposisi Dibalik Mobilisasi Penolakan RUU Cipta Kerja

"Begini. Saya ini orang tua ya, pernah berjuang sebagai prajurit 30 tahun, pernah juga berada di pemerintahan 15 tahun, juga mengertilah pemerintahan itu menghadapi banyak masalah dan masalah itu harus dipecahkan. Saya juga dulu begitu. Jadi kalau tiba-tiba kemarin saya dituduh seperti itu ndak baik, ndak baik kalau negeri kita makin subur fitnah, hoax, tuduhan-tuduhan tidak berdasar," lanjut SBY.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menuturkan fitnah ihwal menunggangi demo UU Cipta Kerja, sama saja dengan menghina masyarakat yang turun ke jalan untuk semata-mata menyampaikan aspirasinya. "Kalau dianggap itu ditunggangi oleh orang seperti saya, digerakkan, dikasih uang mereka juga terhina, merasa dihina," tutur SBY.

Presiden RI ke-6 ini meminta aksi saling memfitnah di antara anak bangsa dihentikan. Pasalnya fitnah adalah perbuatan yang mempermainkan kebenaran. "Kalau kita senang dan suka memfitnah, senang mempermainkan kebenaran, sama dengan mempermainkan tuhan," ujarnya.(OL-4)

Baca Juga

Dok.MI

Kejagung Tindak Lanjuti Investigasi TGPF Intan Jaya

👤Tri subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:19 WIB
Apabila hasil investigasi TGPF Intan Jaya menyangkut tindak pidana umum, maka kejaksaan akan mendukung pihak kepolisian untuk...
MI/MOHAMAD IRFAN

LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

👤Sri Utami 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:03 WIB
Saat ini permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait penembakan pendeta...
MI/Adam Dwi

Mantan Sekretaris MA Nurhadi tidak Ajukan Eksepsi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:35 WIB
Nurhadi disidang bersama terdakwa lain, yakni Rezky Herbiyono yang juga merupakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya