Senin 12 Oktober 2020, 18:29 WIB

Demonstran Jangan Mau Disusupi Kelompok Anti-Kemapanan

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Demonstran Jangan Mau Disusupi Kelompok Anti-Kemapanan

Antara/Galih Pradipta
Bentrokan antara demonstran dan polisi saat aksi unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja di Jakarta.

 

KAPOLDA Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengingatkan demonstran yang menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja agar tidak disusupi kelompok anti-kemapanan. Dalam hal ini, yang ingin berbuat anarki atau kekacauan.

Organisasi buruh, mahasiswa dan gerakan ormas harus mendata serta menjaga anggotanya saat berunjuk rasa. Tujuannya, mencegah pihak yang ingin menunggangi aksi protes berujung kerusuhan.

"Saya mengimbau masyarakat pengunjuk rasa agar menjaga setiap aksi, dengan mengetahui berapa kekuatan. Jangan sampai disusupi, ditunggangi kelompok anti-kemanapan, yang kemudian melakukan anarki," ujar Nana dalam konferensi pers, Senin (12/10).

Baca juga: Polisi Sidik 167 Tersangka Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

Pihaknya akan bertindak tegas dan menegakkan hukum, jika ada kelompok yang membuat kerusuhan. Kepolisian dan TNI juga tidak membiarkan pihak yang sengaja menghadirkan kekisruhan dan rasa tidak aman.

"Kami TNI-Polri akan melakukan tindakan tegas dan penegakan hukum. Kami tidak akan biarkan ada yang berlaku semaunya dan meresahkan masyarakat," pungkas Nana.

Diketahui, gelombang unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja terjadi dalam beberapa hari terakhir. Puncaknya tiba pada Kamis (8/10) lalu, dengan munculnya kerusuhan dalam aksi protes.

Baca juga: BKPM: Demo UU Cipta Kerja tidak Surutkan Minat Investor

Sejumlah fasilitas umum, kantor pemerintahan, pos jaga polisi dan kendaraan publik dirusak massa peserta aksi. Sekitar 1192 orang telah diamankan atas kerusuhan tersebut. Mayoritas yang merupakan pelajar sudah dipulangkan Polda Metro Jaya.

Aksi unjuk rasa dari kelompok buruh kembali berlanjut di sekitar Istana Negara pada Senin (12/10) ini. Pada Selasa (13/10) besok, sebanyak 1.000 orang yang tergabung dalam ANAK NKRI akan berdemo di Istana Negara.

Tiga ormas besar yang masuk dalam aliansi ini, yaitu Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Mereka akan berunjuk rasa untuk menolak UU Cipta Kerja.(OL-11)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Sampah Laut Menurunkan Minat Wisatawan

👤Faj/J-2 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:00 WIB
Wilayah dengan luas 4.745 kilometer persegi dan 110 pulau itu menjadi andalan dengan perpaduan pasir putih dan laut yang...
123rf.com

Pesinetron RR yang Ditangkap Polisi Positif Konsumsi Sabu

👤Antara 🕔Senin 19 Oktober 2020, 22:29 WIB
RR diringkus petugas pada 15 Oktober 2020 sekitar pukul 18.30 WIB dan saat digeledah polisi menemukan barang sabu seberat 0,4 gram beserta...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Pemprov DKI Diminta Bahas APBD Perubahan Secara Rinci

👤Hilda Julaika 🕔Senin 19 Oktober 2020, 21:16 WIB
Rincian rekening dan komponen ini harus dibuka pada saat rapat, sehingga semua yang hadir di dalam rapat bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya