Senin 12 Oktober 2020, 16:32 WIB

Menhub Yakin LRT Bisa Urai Kemacetan di Palembang

Insi Nantika Jelita | Nusantara
Menhub Yakin LRT Bisa Urai Kemacetan di Palembang

Antara/Iggoy el Fitra
Ilustrasi penumpang yang turun dari LRT di Palembang, Sumatra Selatan.

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis dengan beroperasinya Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, dapat mengurai kemacetan.

"Palembang memiliki sistem transportasi yang baik untuk mengurangi kemacetan. Jika ditambah dengan ramah lingkungan, tentu akan menjadi lebih hebat,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Senin (12/10).

Budi menyebut kemacetan di sejumlah kota besar berkontribusi terhadap pencemaran udara. Sehingga, penting untuk membangun transportasi publik yang terintegrasi.

Mengacu kajian International Energy Agency (IEA), kualitas udara yang buruk akibat pencemaran atau kemacetan, menyebabkan 6,5 juta kasus kematian per tahun. Sebagian besar kasus kematian terjadi di wilayah Asia dan Afrika.

Baca juga: Kebut Pembangunan LRT Jabodebek, KAI Dapat Pinjaman Rp4,2 Triliun

Lebih lanjut, Budi menilai angka kasus kematian akan meningkat, jika tidak ada upaya nyata untuk menekan kemacetan. Sektor transportasi dikatakannya memiliki kontribusi hingga 90% terkait pencemaran udara dan perubahan iklim.

Hal itu sebagai dampak penggunaan BBM dengan oktan rendah, seperti premium. "LRT dan Bus Buy The Service (BTS) harus dimanfaatkan secara baik di kota Palembang dan tentu di kota-kota lain," imbuhnya.

Diketahui, bus BTS memiliki enam standar layanan, yakni keamanan, keterjangkauan, keselamatan, kesetaraan, kenyamanan dan keteraturan.(OL-11)


Baca Juga

Dok. Polri

Arus Mudik Landai, Kakorlantas: Masyarakat Makin Sadar Kesehatan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:40 WIB
Ia melihat kondisi arus mudik libur panjang yang menuju Jawa Tengah hingga malam hari terpantau landai. Belum ada peningkatan volume arus...
Antara

Peternak Merugi Ratusan Ekor Babi Mati Mendadak di Lembor

👤John Lewar 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 23:50 WIB
PETERNAK babi di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat  di Nusa Tenggara Timur (NTT), resah karena kematian mendadak hewan...
Dok MI

Waktu Tunggu Ekspor dari Belawan Dipangkas Lebih Cepat Dua Hari

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 23:40 WIB
"Waktu tunggu atau dwelling time harus cepat dan biaya harus murah agar produk kita makin memiliki berdaya saing ," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya