Senin 12 Oktober 2020, 13:15 WIB

Paham Orde Baru, BIN tidak Boleh Pakai Jubir

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Paham Orde Baru, BIN tidak Boleh Pakai Jubir

MI/ROMMY PUJIANTO
Pengamat intelijen Ridlwan Habib

 

DALAM disiplin ilmu intelijen modern, semua lembaganya di seluruh dunia memiliki juru bicara (jubir). Fungsi jabatan ini bukan untuk membongkar misi rahasia melainkan bertugas memberikan penjelasan kepada publik tentang berbagai isu.

"CIA (Central Intelligence Agency) misalnya punya jubir seorang wanita, namanya Nicole de Hay," ujar pengamat intelijen Ridlwan Habib, dalam keterangan resmi, Senin (12/10).

Menurut alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia tersebut, hasil kerja intelijen tetap dilaporkan kepada presiden. Namun begitu, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat lewat peran jubir.

Pernyataan Ridlwan ini menanggapi komentar anggota DPR Fadli Zon dan mantan anggota DPR Fahri Hamzah, pekan lalu. Keduanya mengkritik Badan Intelijen Negara (BIN) yang memiliki juru bicara. Menurut mereka data intelijen tidak boleh dibicarakan ke publik.

Ridlwan mengatakan pernyataan keduanya tidak keliru bila didasarkan pada kondisi Orde Baru yang segalanya menyangkut intelijen harus tertutup. "Kalau era Orde Baru memang lembaga intelijen kesannya misterius dan tertutup," ujarnya.

Kondisi saat ini, kata Ridlwan, sudah betbeda dan tidak hanya terjadi di BIN atau CIA. Lembaga intelijen Inggris yaitu Government Communications Headquarters (GCHQ) juga memiliki jubir, Andrew Pike. CIA bahkan melakukan rekrutmen online karena pandemi virus korona.

Selain itu, CIA juga punya channel Youtube yang mudah diakses warga. Mereka juga punya website CIA for Kids untuk anak- anak usia sekolah dasar.

"Oleh sebab itu saya menyarankan agar lembaga intelijen kita perlu belajar dari lembaga lain di seluruh dunia agar makin modern dan profesional, " tutur Ridlwan.

Sebelumnya, jubir BIN Wawan Purwanto, menginformasikan bahwa intelijen telah mendapatkan identitas aktor yang menyeponsori dan memobilisasi demonstrasi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja. (P-2)

Baca Juga

BIRO PERS/SETPRS/RUSMAN

Kecaman Jokowi kepada Macron Diapresiasi

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 01 November 2020, 02:52 WIB
Pemerintah mempersilakan masyarakat memprotes pernyataan Presiden Prancis, tetapi harus dilakukan tanpa...
MI/Susanto

Siti Fadillah Bebas, KPK : Semoga Jadi Pelajaran Pejabat Lain

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 18:18 WIB
Ia mengatakan, kasus Siti Fadillah Supari harus menjadi perhatian dan pelajaran pejabat negara yang masih aktif dan berwenang menggunakan...
Antara/Abriawan Abhe

Mahfud MD: Protes Penyataan Presiden Macron Harus Tertib

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:08 WIB
"Pemerintah menyerukan bahwa setiap upaya mengekspresikan atau menyatakan pendapat terkait dengan apa yang dinyatakan oleh Presiden...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya