Senin 12 Oktober 2020, 08:10 WIB

Kasus Gangguan Jiwa di Indonesia Meningkat Selama Masa Pandemi

Denny Susanto | Humaniora
Kasus Gangguan Jiwa di Indonesia Meningkat Selama Masa Pandemi

ANTARA/Destyan Sujarwoko
Petugas membawa penderita gangguan jiwa (ODGJ) menuju bus yang menunggu di halaman kantor Dinas Kesehatan Tulungagung.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat selama pandemi covid-19, hingga Juni 2020, ada sebanyak 277 ribu kasus kesehatan jiwa di Indonesia. Jumlah kasus kesehatan jiwa itu mengalami peningkatan dibandingkan 2019 yang hanya 197 ribu orang.

"Kalau dibandingkan dengan 2019 lalu, kasus kesehatan jiwa di Indonesia mengalami peningkatan signifikan akibat pandemi covid-19," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Ditjen P2PL Kemenkes, Siti Khalimah.

Hal itu terungkap dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020 yang berlangsung di RSJ Sambang Lihum, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Minggu (11/10).

Baca juga: WFH Bebani Pernikahan Banyak Pasangan Cari Konseling

Siti Khalimah menjelaskan terjadinya peningkatan kasus kesehatan jiwa di masa pandemi tersebut akibat terbatasnya akses dan permasalahan sosial yang dialami masyarakat sehingga mereka mengalami depresi.

Selain itu, juga terjadi peningkatan kasus pemasungan terhadap pasien yang mengalami kesehatan jiwa.

Direktur RSJ Sambang Lihum I Gede Dharma Putra, Senin (12/10), mengatakan pihaknya telah mengumpulkan pihak Puskesmas dalam melakukan pencegahan risiko kesehatan jiwa khususnya bagi warga terdampak covid-19.

"Kita perlu melakukan upaya preventif agar dampak wabah bagi kesehatan jiwa masyarakat dapat ditekan," ujarnya.

Dalam upaya membantu masyarakat mendapatkan konsultasi kesehatan jiwa, Kemenkes RI meluncurkan aplikasi Sehat Jiwa.

Aplikasi itu bisa dimanfaatkan masyarakat yang mengalami tekanan mental dan tidak mampu mengatasi stres atau depresi dengan mengonsultasikan permasalahan mereka.

"Launching menu baru dalam aplikasi sehat jiwa Kemenkes RI ini bertepatan momen Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020," kata Staf Ahli
Menkes Bidang Hukum Kesehatan Kuat Sri Hudoyo.

Aplikasi Sehat Jiwa kini punya menu baru yaitu bimbingan dan konseling kesehatan jiwa dengan para psikiater dan psikolog.

Dampak dari pandemi covid-19, masyarakat bukan saja terdampak secara ekonomi tapi juga mengalami stres dan tekanan mental akibat PHK dan pembatasan sosial. Dampak ekonomi itu berimbas pada kesehatan jiwa masyarakat.

Ketua Asosiasi RSJ dan Ketergantungan Obat Indonesia Bambang Eko mengatakan perlunya peningkatan layanan kesehatan jiwa di masa mendatang.

"Melalui momen Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020, kita ingin akses lebih besar kepada masyarakat untuk pelayanan kesehatan jiwa," ujar Bambang Eko. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Ivermectin Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Pasien Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:10 WIB
Sejumlah negara Amerika Selatan juga telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan...
Dok. Pribadi

Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:01 WIB
"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan...
Dok. Pribadi

Kemenpora : Potensi Pemuda Bangun Bangsa Harus Dioptimalkan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:55 WIB
Zainuddin optimistis, pemuda Indonesia bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya