Senin 12 Oktober 2020, 05:05 WIB

Kemendikbud Teken MoU dengan KEK Singhasari

(BN/H-1) | Humaniora
Kemendikbud Teken MoU dengan KEK Singhasari

MI/Bagus Suryo
UMM Teken MoU dengan KEK Singhasari:

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi menjalin kerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang, Jawa Timur. Kerja sama itu guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkompeten sekaligus memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan industri.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto di Malang, Sabtu (10/10) menjelaskan pelaksanaan paket link and match, industri terlibat penuh dalam perencanaan pembelajaran, proses belajar, dan evaluasi. "Ini merupakan mekanisme kerja sama saling menguntungkan antara sekolah dan industri," tegasnya.

Di KEK Singhasari, Wikan meneken MoU Pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi serta perjanjian kerja sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pendidikan Vokasi. Pihak-pihak yang terlibat aktif dalam penyiapan SDM ialah Universitas Brawijaya Malang, Politeknik Negeri Malang (Polinema), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Yayasan Pendidikan Telkom.

Menurut Wikan, penyiapan SDM terus dikuatkan dengan melibatkan semua pihak. Nantinya program link and super match ini mengolaborasikan KEK, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri. Seluruhnya terkoneksi dengan kegiatan produktif di KEK.

"Investasi yang segera dilakukan ialah penyiapan SDM yang unggul dan berkompeten mulai dari kepala sekolah, rektor, guru, dan dosen," ujarnya.

Dalam konteks kerja sama dengan KEK ini juga akan dikembangkan di kawasan industri Cikarang dan Kendal sehingga penyiapan SDM unggul dan berkompeten bisa kian meluas.

"Kita memiliki 14 ribu SMK, tahun ini melakukan training sebanyak 2.200 guru SMK fokus agar guru berkompeten bisa melatih anak soft skills dan 700 kepala SMK terkait leadership agar mampu link and match dengan industri," ungkapnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Fauzan menyatakan kerja sama dengan KEK bisa sebagai partner dan mentor, begitu pula sebaliknya akademisi UMM bisa menjadi pengajar dan mentor.

"Kerja sama antara UMM, Kemendikbud, dan KEK ini memperkuat penyiapan SDM yang berkualitas dan tersertifikasi," ujarnya.(BN/H-1)

Baca Juga

Antara

Jadi Prioritas, Riset Nuklir untuk Diagnosis dan Pengobatan Kanker

👤Aiw/H-2 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:25 WIB
Selama ini, Indonesia mengimpor lebih dari 90% produk radioisotop dan...
Ist

40 Mahasiswa Raih Penuh Program Beasiswa 8 Miliar Algoritma 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:16 WIB
Program beasiswa pada tahun ini diberikan kepada 40 penerima beasiswa penuh serta 120 penerima beasiswa parsial yang memiliki background...
MI

Program Stunting Terancam Minim Hasil karena Ego Sektoral

👤Emir Chaerullah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:00 WIB
ANGGARAN program pencegahan stunting Rp27,5 triliun yang tersebar di 23 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terancam minim hasil...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya