Minggu 11 Oktober 2020, 19:08 WIB

Terapkan Pertanian Modern di Lokasi Food Estate

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Terapkan Pertanian Modern di Lokasi Food Estate

Dok. Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, food estate adalah program yang dilakukan lintas kementerian dan lembaga.

 

POLA pertanian modern akan diterapkan untuk menggarap lokasi food estate di Kalimantan Tengah yang digagas Presiden Joko Widodo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Demikian disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy dalam keterangan, Minggu (11/10/2020). 

Sarwo Edhy mengatakan, ada sejumlah kunci yang harus ada untuk meningkatkan produksi pertanian, termasuk di lahan food estate. Pertama adalah ketersediaan benih dan pupuk tepat waktu. Hal lain ialah irigasi tersier yang memadai. Untuk itu, pihaknya sedang mendata jaringan irigasi tersier yang rusak. "Kemudian kita melakukan kegiatan pompanisasi dan pipanisasi, serta pengadaan alsintan, dan memfasilitasi petani agar bisa membawa hasil panennya untuk dijual," ujar Sarwo. 

Terkait alsintan, pemerintah siap memberikan bantuan sehingga diharapkan pola bertani tradisional dapat berubah ke pertanian modern dengan mekanisasi. "Dengan menggunakan alstinan, ada traktor roda 2 dan 4 untuk mengolah lahan. Untuk tanam kita siapkan transplenter, ada combine harvester juga guna membantu petani saat panen, termasuk melakuan bantuan RMU dan dryer," jelasnya. 

Menurut dia, dengan bantuan tersebut, petani bisa langsung melakukan penggilingan dan tidak lagi menjual gabah. Hasil panen bisa diproses menjadi beras dengan pangemasan yang menarik sehingga mampu menaikkan pendapatan petani. "Harapan kita tentu ini semua dapat membantu kesejahteraan petani," imbuh dia. 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, food estate adalah program yang dilakukan lintas kementerian dan lembaga. Tujuannya ialah untuk menjaga ketahanan pangan. "Food estate akan diisi beragam komoditas bukan hanya padi. Dan pengelolaan food estate akan dilakukan dengan memanfaatkan mekanisasi," kata Syahrul. 

Food Estate di Kalimantan Tengah berada di atas lahan seluas 164.598 hektare, yang terdiri dari lahan fungsional atau intensifikasi seluas 85.456 hektare dan lahan sisa fungsional atau ekstensifikasi 79.142 hektare. Untuk tahun 2020, lahan yang digarap adalah seluas 30 ribu hektare dan tersebar di Kabupaten Kapuas seluas 20 ribu hektare dan Kabupaten Pulang Pisau 10 ribu hektare.

Untuk lahan intensifikasi, sistem pengairan irigasi sudah bisa meliputu lahan seluas 30 ribu hektare yang digarap di tahap awal tahun 2020. Sedangkan rehabilitasi daerah irigasi untuk lahan seluas 55.456 hektare akan dilakukan 2021. Sementara itu,  untuk lahan ekstensifikasi yang masih berupa semak belukar, optimalisasi untuk lahan ekstensifikasi danA-3 peningkatan irigasi dari PUPR akan dilakukan tahun 2021-2022.

Ketua KTNA Winarno Tohir menambahkan, food estate di Indonesia adalah keharusan. Berdasakan data BPS, jumlah penduduk Indonesia selalu meningkat, sedangkan lahan menyusut sehingga membuat food estate menjadi penting. "Food estate sudah menjadi keniscayaan," tegas dia. 

Perwakilan Peragi, Dwi Asmono mengatakan, produksi pangan memang harus digenjot. Ketika berbicara tentang food estate, sambungnya, bibit harus disiapkan, pemasaran dikelola dengan baik, dan pabrik harus dibangun. "Jika berhasil, hal ini akan menjadi pengungkit untuk yang lain. Yang penting harus ada pendekatan struktural," cetusnya. (RO/A-3)

Baca Juga

ANTARA

Koperasi dan UMKM Harus Bertransformasi ke Digital

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 15:30 WIB
Digitalisasi koperasi dan UMKM menjadi salah satu agenda prioritas KemenkopUKM untuk mencapai efisiensi dan efektivitas layanan koperasi...
DOK DITBUN

Sebanyak 95% Produksi Cengkeh untuk Suplai Industri Rokok

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:02 WIB
Kenaikan cukai rokok menyebakkan penurunan produksi IHT. Bahkan, menurunnya IHT tersebut akan bepengaruh terhadap penyerapan di...
DOK DITBUN

Petani PIR Sukses karena Kemitraan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 12:56 WIB
Berkat PIR inilah menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar. Pada tahun 2006 luasannya mencapai 6,59 juta ha dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya