Minggu 11 Oktober 2020, 06:29 WIB

Kampanye Digital Dinilai tidak Efektif Mendulang Suara

Agus Utantoro, Atikah Ishmah Winahyu | Politik dan Hukum
Kampanye Digital Dinilai tidak Efektif Mendulang Suara

Medcom/M Rizal
Ilustrasi kampanye

 

PAKAR Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada Nyarwi Ahmad mengungkapkan pelaksanaan kampanye melalui platform digital di satu sisi bagus mencegah munculnya klaster penularan covid-19 namun di sisi lain tidak efektif mendulang suara pemilih saat Pilkada.

"Dibanding kampanye tradisional dengan mengumpulkan massa dalam sebuah event, tentu kampanye semacam ini tidak maksimal. Belum lagi karena minimnya dukungan infrastruktur di daerah," kata Nyarwi menanggapi anjuran KPU agar peserta Pilkada menggunakan kampanye lewat platform digital, Sabtu (10/10).

Menurut dia, anjuran tersebut bertujuan mencegah penularan covid-19. Namun, kampanye digital, menurutnya, tetap saja tidak maksimal karena belum sepenuhnya para kandidat dan masyarakat melek platform digital.

Baca juga: Bahan Kampanye Maksimal Senilai Rp60 Ribu

Penggunaan platform digital bagi masyarakat perkotaan, jelasnya, tentu tidak menjadi masalah. Namun, bagi warga pelosok pedesaan, tentu sangat sulit mengakses platform digital tersebut.

Ia menerangkan, apabila ditemukan masih ada pasangan kandidat Pilkada dan tim sukses yang masih terjun dan bertemu dengan warga secara langsung menurutnya tidak menjadi masalah asal semua pihak tetap menerapkan protokol kesehatan covid dengan menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

"Semua tergantung perilaku kandidat dan warga masyarakat untuk patuh protokol covid-19, ujarnya.

Nyarwi juga mengingatkan agar para kandidat juga menjaga moral dan etika dengan tidak memanfaatkan situasi pandemi ini hanya untuk memenuhi hasrat politik dengan jalan menggunakan politik uang untuk meraup suara pemilih.

Menurutnya, kondisi sekarang ini masyarakat memang tengah menghadapi kehidupan yang serba sulit, pengangguran terus meningkat dan lapangan kerja semakin sulit didapat.

"Saya kira Bawaslu bisa antisipasi ini dan masyarakat juga tidak mudah tergiur," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/ SUSANTO

Penyidik Periksa 8 Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:25 WIB
untuk menetapkan para tersangka kebakaran Gedung Kejagung dibutuhkan 6 kali...
MI/Adam Dwi

109 Jaksa Diberi Sanksi, Komjak Apresiasi Pengawasan Kejaksaan

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:15 WIB
Ketua Komjak Barita LH Simanjuntak mengatakan bahwa pengawasan dan penindakan kinerja Kejaksaan merupakan dua sisi dari logam yang...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Hakim Tolak Eksepsi Joko Tjandra

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:47 WIB
Hakim Ketua Muhammad Sirad menegaskan PN Jakarta Timur berwenang mengadili perkara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya