Sabtu 10 Oktober 2020, 16:05 WIB

AS Beri US$486 juta Danai Antibodi Covid-19 AstraZeneca

Faustinus Nua | Internasional
AS Beri US$486 juta Danai Antibodi Covid-19 AstraZeneca

dok.medcom
Ilustrasi

 

PEMERINTAH AS telah memberikan US$486 juta kepada AstraZeneca untuk mengembangkan dan mengamankan pasokan perawatan antibodi Covid-19 hingga 100.000 dosis, kelas obat serupa yang digunakan untuk merawat Presiden Donald Trump.

Di bawah Operation Warp Speed pemerintahan Trump, perjanjian itu untuk mengembangkan koktail antibodi monoklonal yang dapat mencegah Covid-19. Terutama pada populasi berisiko tinggi seperti mereka yang berusia di atas 80 tahun, obat itu akan sangat membabtu, kata Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

Perawatan tersebut mendapat sorotan setelah Trump dirawat dengan obat antibodi Regeneron Pharmaceuticals pekan lalu. Presiden juga telah merilis video di Twitter yang menggembar-gemborkan manfaatnya.

Sebelumnya pada Jumat (9/10), seorang pejabat tinggi kesehatan AS mengatakan bahwa pemerintah mengharapkan untuk memberikan lebih dari 1 juta dosis gratis perawatan antibodi untuk pasien Covid-19. Hal itu mirip pdengan yang diberikan kepada Trump.

Regeneron dan Eli Lilly telah mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk otorisasi penggunaan darurat perawatan antibodi mereka.

Eli Lilly mengatakan bahwa mereka belum menandatangani kesepakatan dengan Operation Warp Speed. AstraZeneca berencana untuk mengevaluasi pengobatan, AZD7442, yang merupakan gabungan dari dua antibodi monoklonal, dalam dua penelitian.

Satu uji coba akan mengevaluasi keamanan dan kemanjuran pengobatan eksperimental untuk mencegah infeksi hingga 12 bulan pada sekitar 5.000 peserta. Sedangkan uji coba kedua akan mengevaluasi pengobatan pencegahan dan pencegahan pasca pajanan pada sekitar 1.100 peserta. (CNA/OL-13)

Baca Juga: Sebelum Lusa, Anies akan Umumkan Kepastian PSBB Lanjutan

Baca Juga

AFP/THIBAULT CAMUS

Indonesia Kutuk Penistaan Islam oleh Presiden Macron

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:20 WIB
Kebebasan berekspresi hendaknya tidak dilakukan dengan cara yang menodai kehormatan, kesucian dan kesucian nilai dan simbol...
AFP/Alex Edelman

Rekor, AS Catat 90.000 Kasus Baru Korona dalam 24 Jam

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:35 WIB
Tercatat ada 91.295 kasus baru dalam 24 jam sampai dengan Kamis pukul 20.30 waktu...
HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE /AFP

Tiongkok Sebut AS Adalah Provokator Perang Dingin Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:56 WIB
Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian menyatakan AS menjadi negara provokator perang dingin baru dan mengganggu perdamaian dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya