Sabtu 10 Oktober 2020, 05:55 WIB

Tantangan Getir Ibu Kota Antara Pandemi dan Banjir

MI/USMAN ISKANDAR | Fokus
Tantangan Getir Ibu Kota Antara Pandemi dan Banjir

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Warga melintasi banjir dengan ketinggian air sedada orang dewasa di kawasan Kampung Baru, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (2/1).

BANJIR di Jakarta merupakan persoalan klasik dan musuh bebuyutan bagi warganya sejak kota ini masih bernama Batavia. Meski banjir bisa diprediksi, kota ini selalu takluk oleh hantu yang bernama banjir. Tahun ini setidaknya Ibu Kota sudah diterjang banjir empat kali, bahkan banjir besar yang terjadi pada 1 Januari 2020 merupakan rekor terburuk sejak banjir dahsyat pada 2007. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 169 titik banjir di wilayah Jabodetabek dan 31.323 warga yang berasal dari 158 kelurahan mengungsi karena rumah mereka terendam banjir, serta 16 orang korban meninggal dunia.

Kepungan banjir awal 2020 yang menyebabkan kerugian Rp1,045 triliun seperti yang dihitung Himpunan Pengusahan Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta diduga salah satunya disebabkan belum rampungnya normalisasi sungai di Jakarta. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengatakan Kali Ciliwung yang panjangnya 33 kilometer baru dinormalisasi 16 kilometer. "Kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan yang tidak melanjutkan program normalisasi Kali Ciliwung salah satu faktor utama terjadinya banjir yang merugikan banyak pihak," tandas Basuki.

Sebelumnya anggaran penanggulangan banjir di DKI Jakarta tahun ini hanya berkisar 1,1% dari total APBD DKI Jakarta 2020, senilai Rp87,9 triliun. Bahkan alokasi untuk normalisasi Kali Ciliwung dikurangi dari semula Rp850 miliar menjadi Rp350 miliar. Gubernur Anies Baswedan beralasan persoalan defisit realisasi pendapatan di APBD DKI Jakarta 2019 yang memaksanya untuk mengurangi anggaran program antisipasi banjir.

Tragisnya, bayangan mimpi buruk banjir belum selesai, wabah virus korona (covid-19) melanda Ibu Kota dan hampir seluruh wilayah di Indonesia. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 pada Selasa (6/10), Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah tertinggi penyebaran covid-19 dengan 1.107 kasus baru. Kendati angka kematian akibat covid-19 di wilayah DKI terus menurun, Gubernur Anies Baswedan mengingatkan Jakarta akan menghadapi dua tantangan besar, yakni pandemi covid-19 dan potensi banjir.

Persiapan yang dilakukan Pemprov DKI untuk menghadapi tantangan itu salah satunya mempersiapkan lokasi pengungsian banjir yang memenuhi protokol kesehatan agar tempat tersebut tidak menjadi klaster covid-19. Juga ada penambahan jumlah tenda dan posko pengungsian demi menerapkan physical distancing atau jaga jarak. Selain itu, Anies mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 52 Tahun 2020 tentang Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir yang ditandatanganinya pada 15 September 2020.

Kendati ingub pengendalian banjir dinilai kalangan telat dikeluarkan, pengerukan situ dan waduk masif dilakukan. Pengerjaan proyek sodetan yang sempat terhenti dilanjutkan kembali. Pembersihan sampah di aliran sungai dan gorong-gorong gencar dilaksanakan. Pemeriksaan mesin pompa air di 176 titik di Jakarta rutin dilakukan agar bisa dioperasikan serentak pada kondisi tertentu. Sejumlah alat berat juga disiagakan di titik rawan banjir dan dekat pintu air untuk antisipasi penumpukan sampah.

Baca Juga

ANTARA/DEDHEZ ANGGARA

Terima Nasib

👤MI/AGUNG WIBOWO 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:55 WIB
TIDAK adanya sentuhan teknologi dalam produksi garam tradisional menyebabkan rendahnya kualitas...
ANTARA /YUSUF NUGROHO

Potret Suram Petani Garam

👤Mohammad Ghazi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:45 WIB
STOK garam rakyat di sejumlah sentra produksi garam Kabupaten Pamekasan, Madura, hingga pertengahan Oktober ini masih menumpuk di sejumlah...
 (ghozi/MI)

Butuh Sentuhan Teknologi

👤(UL/PO/E-3) 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:35 WIB
SALAH satu penyebab rendahnya mutu garam dalam negeri ialah proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional dan ketidakmampuan para...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya