Sabtu 10 Oktober 2020, 04:45 WIB

Pengembangan Obat Herbal Tetap Didukung

(Ata/X-10) | Nusantara
Pengembangan Obat Herbal Tetap Didukung

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
PENELITIAN IMUNOMODULATOR PASIEN COVID-19

 

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan pengembangan tanaman obat dan herbal di masa pandemi covid-19 ini sangatlah penting. Hal itu juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk lebih mengutamakan pada bahan yang bersumber dari Indonesia, yaitu bahan baku lokal.

"Dan kalau bisa dikembangkan tidak hanya sebagai obat tradisional, tetapi juga sebagai obat fitofarmaka (obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanannya dengan uji klinis)," ujarnya saat mengunjungi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kemenkes, di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kemarin.

Dalam rangkaian kunjungannya, Menko PMK mengunjungi kebun percobaan dan produksi tanaman herbal yang dikembangkan B2P2TOOT di Dusun Tlogodlingo, Kecamatan Tawangmangu, untuk melihat aneka jenis tanaman obat yang dikembangkan sekaligus ikut memanen beberapa jenis tanaman obat, yaitu tanaman kamomil/chamomile dan tanaman timi/thime.

"Kunjungan saya ke sini untuk melihat di lapangan tentang perkembangan bahan-bahan baku dari obat-obatan yang bersumber dari bahan herbal dan juga melihat perkembangan obat tradisional di balai besar ini" ujarnya.

Lebih lanjut, Menko PMK menilai, apa yang telah dilakukan B2P2TOOT dalam pengembangan tanaman obat dan produksi obat herbal sudah sangat baik. Bahkan, Balai Penelitian itu juga turut melakukan pembinaan kepada para petani tanaman obat di Kabupaten Karanganyar agar kualitas dari tanaman obat yang dihasilkan terus terjaga.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny Lukito mengatakan sangat mendukung pengembangan tanaman obat di B2P2TOOT dan produk turunannya, seperti jamu dan obat-obatan herbal. Dia mengatakan, Badan POM akan ikut mendampingi dan bertanggung jawab untuk menjamin aspek keamanan mutu khasiat dari produk herbal terstandar atau obat fitofarmaka.

"Jadi, saya sangat mengapresiasi balai ini yang tidak hanya berbasis riset, dia juga membimbing para petani para calon pelaku usaha UMKM jamu dan obat tradisional. Kami siap membantu mendampinginya nanti sehingga produk-produk tersebut bisa memenuhi aspek mutu dan kualitas jamu tradisional," tandas dia. (Ata/X-10)

Baca Juga

Istimewa

Wilayah Selatan Cianjur kembali Diterjang Bencana Hidrometeorologi

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:52 WIB
Terrdapat tiga kecamatan yang diterjang banjir luapan air sungai, abrasi, serta tanah longsor akibat banir dan curah hujan tinggi di...
Twitter @KawanBaikKomodo

Foto Komodo Adang Truk Viral, Pulau Rinca Akhirnya Ditutup

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:49 WIB
Selain menutup resort tersebut, proyek Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Pulau Rinca juga...
MI/Haryanto

Ganjar Ogah Komentar Soal Layak Capres 2024

👤Haryanto 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:45 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo enggan mengomentari hasil survei dari Indikator Politik yang menyatakan dirinya menempati posisi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya