Sabtu 10 Oktober 2020, 04:25 WIB

Transparansi untuk Hindari Kecurangan Harga

(Fer/J-2) | Nusantara
Transparansi untuk Hindari Kecurangan Harga

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

 

BIAYA tes usap covid-19 secara mandiri telah ditetapkan Kementerian Kesehatan dengan batasan maksimal ialah Rp900 ribu. Batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) secara mandiri.

"Ini tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak atau rujukan kasus covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers daring, Kamis (8/10).

Jika tes RT-PCR yang merupakan hasil dari penelusuran kontak, pembiayaannya dijamin pemerintah. Satgas juga meminta agar fasilitas kesehatan yang melayani tes usap mandiri untuk mematuhi surat edaran Kementerian Kesehatan. "Dan transparan dengan pembiayaan pelayanan kesehatan demi meminimalisasi fraud (kecurangan)," kata dia.

Terkait dengan upaya pemerintah dalam menekan penularan covid-19 terutama pada kuartal 4 tahun ini, terang dia, pemerintah melalui satgas memberikan otoritas yang lebih besar kepada daerah untuk melakukan upaya pengendalian pandemi secara spesifik sesuai kebutuhan tiap daerah.

Hal itu dikuatkan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri yang menerbitkan surat edaran (SE) Nomor 440/5184/SJ tanggal 17 September 2020 tentang Pembentukan Satgas Covid-19 di Daerah.

Diharapkan satgas daerah dapat menyelesaikan permasalahan pelaksanaan kebijakan strategis terkait dengan penanganan dan dapat segera mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan dalam percepatan penanganan serta selalu berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di pusat. "Dibentuknya task force covid-19 oleh Kementerian Kesehatan adalah strategi terkini dalam pengendalian, khususnya pada provinsi-provinsi prioritas," katanya.

Tujuan task force, sambung dia, ialah untuk menurunkan jumlah kasus, menurunkan jumlah kematian, meningkatkan angka kesembuhan, serta meningkatkan disiplin masyarakat. Termasuk melakukan sinkronisasi data pusat dan daerah serta mendorong penambahan jumlah ICU dan ruang isolasi daerah, menambah tenaga kesehatan, alat pelindung diri, obat-obatan, dan alat kesehatan lainnya di daerah.

Satgas Penanganan Covid-19 di pusat juga terus berupaya meningkatkan kesembuhan pasien dengan menambah jumlah rumah sakit rujukan serta memastikan pelayanan kesehatan yang baik sesuai standar karena itulah yang menjamin peningkatan angka kesembuhan dan penurunan angka kematian. (Fer/J-2)

Baca Juga

MI/Ignas Kunda

Lari Maraton Untuk Amal Akses Air Bersih

👤Ignas Kunda 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 07:52 WIB
Sebanyak 15 orang melakukan lari maraton malam hari di Nagekeo dalam rangka lari amal untuk membantu masyarakat Nagekeo yang kesulitan...
Humas Polresta Palangkaraya

Satgas Covid-19 Minta Pengunjung Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

👤Surya Sriyanti 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:27 WIB
Dalam suasana libur panjang saat ini, Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya terus berjuang untuk mendisiplinkan protokol kesehatan guna...
Benny Bastiandy

Penegakan 3 M di Pantai Panjang

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 04:40 WIB
PANTAI dan wisata. Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, paduan keduanya harus ditambahkan dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya