Sabtu 10 Oktober 2020, 05:35 WIB

Jadi Mata-mata Tiongkok, Warga Singapura Divonis Penjara 14 Bulan

Faustinus Nua | Internasional
Jadi Mata-mata Tiongkok, Warga Singapura Divonis Penjara 14 Bulan

AFP/GREG BAKER
Polisi Tiongkok berjaga di depan Kedutaan AS di Beijing, 12 September 2020. Hubungan diplomatik kedua negara masih tegang hingga kini.

 

SEORANG warga Singapura yang merekrut pejabat AS untuk memberikan informasi rahasia politik dan pertahanan ke Tiongkok dijatuhi hukuman 14 bulan penjara oleh pengadilan AS pada hari Jumat (9/10). Jun Wei Yeo, juga dipanggil Dickson Yeo, dijatuhi hukuman relatif ringan setelah dikurangi 11 bulan masa tahanan. Hukumannya juga dikurangi karena kerja samanya dengan otoritas AS dan juga ancaman tertular Covid-19 di penjara, kata hakim federal Washington Tanya Chutkan. Dengan demikian, Yeo bisa dibebaskan dan dikeluarkan dari AS pada Januari.

Pria berusia 39 tahun itu ditangkap di bandara pada November 2019 dan mengaku bersalah pada Juli atas satu dakwaan beroperasi secara ilegal sebagai agen asing, dapat menyebabkan hukuman 10 tahun penjara. Dalam sidang hukuman dilakukan melalui telekonferensi, Yeo tampak putus asa saat dia menyatakan penyesalan, dan mengatakan dia tidak berniat untuk menyakiti siapa pun. Dia juga menambahkan telah diperlakukan dengan baik oleh otoritas kehakiman AS.

"Yang ingin saya lakukan hanyalah pulang ke keluarga saya. Saya masih bersimpati pada perjuangan Tiongkok. Secara politis, saya memang punya simpati. Saya akui itu dengan bebas," kata Yeo.

Hakim Chutkan mengatakan hukuman Yeo dua bulan lebih ringan dari pada tuntutan jaksa federal, yakni 16 bulan.

"Saya akan menghukum Anda atas apa yang Anda lakukan, bukan apa yang Anda pikirkan. Tuan Yeo bekerja di bawah arahan dinas intelijen Republik Rakyat Tiongkok," katanya.

"Kejahatan yang dilakukan Tuan Yeo bukanlah kesalahan penilaian sesaat. Saya dapat mengatakan bahwa Anda adalah pria yang berpendidikan tinggi dan saya yakin Anda mengerti bahwa Anda tahu apa yang Anda lakukan," katanya kepada Yeo.

"Operasi Anda dirancang untuk melemahkan Amerika Serikat demi kepentingan Tiongkok," tegasnya.

Pada saat yang sama, Chutkan juga mengatakan bahwa Yeo bekerja sama dengan baik dengan penyidik ??dalam kasus tersebut. Selain itu, dia mencatat Yeo telah bertahan 11 bulan di penjara AS, di mana ada wabah virus korona yang luas, tanpa terinfeksi.

"Yeo beruntung. Sejauh ini dia belum terjangkit. Akan sangat mengerikan jika dia mendapatkannya karena dia harus menghabiskan beberapa bulan lagi di penjara," kata Chutkan.

baca juga: Media AS Kecam Langkah Tiongkok Usir Wartawan

Diketahui, Yeo mengaku bersalah pada Juli karena menggunakan konsultan politiknya di AS sebagai front untuk mengumpulkan informasi untuk badan intelijen Tiongkok. Mantan mahasiswa PhD National University of Singapore (NUS) itu mengaku beroperasi secara ilegal sebagai agen asing di AS.(CNA/OL-3)

Baca Juga

AFP/Alex Edelman

Rekor, AS Catat 90.000 Kasus Baru Korona dalam 24 Jam

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:35 WIB
Tercatat ada 91.295 kasus baru dalam 24 jam sampai dengan Kamis pukul 20.30 waktu...
HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE /AFP

Tiongkok Sebut AS Adalah Provokator Perang Dingin Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:56 WIB
Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian menyatakan AS menjadi negara provokator perang dingin baru dan mengganggu perdamaian dan...
AFP/Valery Hache

AS Hingga Uni Eropa Kecam Serangan Teroris di Prancis

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:50 WIB
Terkait serangan teroris di Prancis, kecaman datang mulai dari Presiden AS Donald Trump hingga para pemimpin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya