Sabtu 10 Oktober 2020, 03:24 WIB

Menanti the Battle of Merseyside

Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo | Sepak Bola
Menanti the Battle of Merseyside

MI/Seno
Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo

 

SUDAH lama Everton tidak mengangkat piala. Carlo Ancelotti datang untuk membangun kembali kebesaran The Toffees. Pelatih asal Italia itu memilih berlabuh di Everton meski banyak klub besar mengincarnya sejak secara tidak terduga dilepas oleh Napoli.

Liverpool merupakan salah satu yang sempat melirik Ancelotti. Ketika pemilik Liverpool, John W Henry, mencoba menggeser Brendan Rodgers yang tiga musim tidak memberikan gelar kepada Tim Merah, Ancelotti-lah nama yang pertama muncul dan ketika itu hendak dilepas Real Madrid.

Namun, Liverpool tidak pernah bisa mendapat kesempatan untuk membicarakan minatnya mengajak Ancelotti ke Anfield. Sampai kemudian Liverpool mengundang Juergen Klopp untuk berbicara di New York City. Akhirnya Liverpool menarik pelatih asal Jerman itu untuk menangani The Reds mulai 2015 untuk lima musim kompetisi.

Ancelotti sendiri akhirnya bergabung ke Bayern Muenchen. Sukses membawa Bayern menjadi yang terbaik di Jerman, ia pun kemudian membangun Napoli menjadi klub yang kembali disegani.

Prestasi besar Ancelotti itulah yang membuat Arsenal bersemangat untuk mendatangkannya ke London musim lalu. Namun, di luar dugaan Ancelotti memilih ke Kota Liverpool guna menangani Everton.

Setengah musim di Everton membawa banyak pelajaran bagi Ancelotti. Ia merasa tepat untuk menangani The Toffees karena besarnya bakat yang ada pada diri pemain-pemain di klub itu.

Sebut Dominic Calvert-Lewin yang merupakan ujung tombak yang bandel dan berani. Di tangan Ancelotti, ia berubah menjadi pembunuh raksasa. Hampir semua klub besar berhasil ia bobol gawangnya.

Pemain asal Brasil, Richarlison, menjadi duet Calvert-Lewin yang mematikan. Ibarat pasangan Mr&Mrs Smith yang saling bersaing, begitulah mereka berpasangan. Persaingan ketat di antara keduanya justru membuat Everton menjadi semakin produktif.

James Rodríguez

Ancelotti membiarkan kedua pemain itu bersaing dalam mencetak gol. Sebagai pengimbangnya, ia menarik pemain asal Kolombia yang dilepas oleh Real Madrid, James Rodríguez.

Sebagai bekas anak asuhnya, Ancelotti tahu benar kekuatan Rodríguez. Ia merupakan penyerang sayap yang juga sangat produktif. Aksi-aksi sering memperdaya pemain belakang lawan sehingga menjadi Ancaman yang nyata bagi tim mana pun.

Ramuan Ancelotti itu mulai terasa di awal musim kompetisi ini. Everton menjelma sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan. Dari empat kali penampilannya di musim ini, Everton merupakan tim yang belum kehilangan angka.

Prestasi sempurna ini tentu membanggakan pendukung Everton. Apalagi pada pertandingan pembukaan di Stadion Tottenham Hotspur, mereka mampu mengandaskan tuan rumah 1-0. Inilah yang membuat the Toffees semakin percaya diri.

Dengan pola 4-3-3 yang menjadi ciri Ancelotti, Everton tampil menyerang. Inilah modal penting yang membuat mereka selalu meraih kemenangan. Trio Richarlison-Calvert-Lewin-Rodríguez menjadi trisula yang menakutkan.

Apalagi di lapangan tengah ada gelandang asal Brasil Allan yang menjadi pengatur serangan. Ia didampingi dua pekerja keras, yakni gelandang asal Benfica Portugal, Andre Gomez, dan pemain asal Prancis Abdoulaye Doucoure.

Ancelotti tidak gentar lagi untuk bermain menyerang yang menjadi fi losofi nya dalam melatih karena punya kiper andalan yang merupakan penjaga gawang utama Inggris, Jordan Pickford. Reaksi cepat Pickford membuat ia cekatan untuk menyelamatkan gawangnya.

Pickford semakin yakin karena di depannya ada rekannya di tim nasional Inggris, Michael Keane. Bersama pemain asal Kolombia Yerry Mina, mereka menjadi center back yang bisa diandalkan. Belum lagi bek kanan asal Irlandia Seamus Coleman yang tidak mengenal kompromi dan bek kiri asal Prancis, Lucas Digne.

Menjamu Liverpool

Dengan tim yang solid, wajar apabila Everton berharap untuk menggapai prestasi tinggi di musim ini. Salah satu ujian sesungguhnya yang harus mereka jalani ialah Sabtu mendatang ketika tim asuhan Ancelotti menjamu musuh bebuyutan mereka, Liverpool, di Goodison Park.

The battle of Merseyside tidak bisa dihindarkan. Ini bukan hanya perang besar untuk menentukan klub terbaik di Liverpool, melainkan juga salah satu penentu apakah kebesaran ‘si Merah’ akan bisa direbut Everton.

Bagi the Toffees, kemenangan di kandang sendiri menjadi sangat penting karena bisa menapaki jalan ke tangga juara yang diraih tetangga mereka musim lalu. Liverpool begitu digdaya sehingga tidak nyaris tidak terkalahkan. Hanya pandemi covid-19 yang menunda tim asuhan Klopp tidak cepat mengangkat piala.

Klopp telanjur menjadi pujaan The Kop. Dalam lima tahun kepemimpinannya, Klopp bisa mengubah citranya dari semula ‘diragukan’ menjadi ‘dipercaya’. Dua gelar juara Piala Champions dan Liga Inggris yang ia persembahkan membuat Klopp masuk jajaran pelatih elite Liverpool.

Dengan itulah, Liverpool memperpanjang kontrak pelatih asal Jerman itu hingga 2024. Hanya saja, perjalanan untuk mempertahankan gelar juara Liga Premier penuh dengan onak dan duri. Pekan lalu secara tidak terduga, Jordan Henderson dan kawan-kawan dihajar Aston Villa 2-7.

‘Si Merah’ yang tidak terkalahkan dan sulit untuk dijebol menjadi klub yang mudah untuk ditembus. Cederanya kiper utama Alisson Becker menambah penderitaan Liverpool. Kiper pengganti Adrian San Miguel jauh kelasnya jika di- bandingkan dengan kiper utama asal Brasil itu.

Padahal, empat pemain belakang ‘si Merah’ masih pemain yang lama. Virgil van Dijk masih didampingi Joe Gomez, Trent Alexander-Arnold, dan Andy Robertson.

Di lapangan tengah Hender- son masih bersama Georginio Wijnaldum yang belum selesai negosiasi untuk pindah ke Barcelona. Liverpool pun masih punya Fabinho atau Naby Kieta yang diandalkan untuk mengendalikan jantung permainan.

Trio penyerang pun masih tetap trio Fir-Man-Sah, yakni Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah. Rupanya ada yang salah dengan Liverpool sehingga harus terseok di musim ini. Kalau kali ini mereka sampai kalah lagi dari Everton, bisa jadi tanda-tanda bahaya bagi Juergen Klopp.

 

 

 

Baca Juga

AFP

Bayern dan Dortmund Kompak Menang untuk Salip Leipzig dari Puncak

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 01 November 2020, 00:35 WIB
Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund kompak meraih kemenangan dalam laga pekan keenam Liga Jerman pada Sabtu (31/10), untuk membuat mereka...
AFP

Hakim Ziyech Cetak Gol Lagi, Chelsea Kembali ke Jalur Kemenangan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 01 November 2020, 00:23 WIB
Hakim Ziyech mencetak gol lagi untuk membantu Chelsea kembali ke jalur kemenangan dengan mencukur tuan rumah Burnley 3-0 dalam laga pekan...
Antara

Sebut Pengurus PSSI Rakus, Pelatih Persib akan Didisiplinkan

👤Akmal Fauzi 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 14:19 WIB
KETUA Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin TPL Tobing mengatakan pihaknya akan mempelajari terkait komentar Robert Rene Albert yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya