Jumat 09 Oktober 2020, 22:58 WIB

WFP Raih Nobel Perdamaian

Faustinus Nua  | Internasional
WFP Raih Nobel Perdamaian

AFP/Alberto Pizzoli
Logo WFP terpasang di markas yang berlokasi di Roma, Italia.

 

Program Pangan Dunia (WFP) berhasil meraih penghargaan Nobel Perdamaian. Ini tidak lepas dari upaya WFP dalam memerangi kelaparan dan menciptakan perdamaian di daerah konflik.

"Dengan penghargaan tahun ini, Komite Nobel ingin mengalihkan pandangan dunia ke jutaan orang yang menderita atau menghadapi ancaman kelaparan," ujar Pimpinan Komite Nobel Berit Reiss-Andersen saat mengumumkan penghargaan di Oslo, Norwegia.

"WFP dihormati atas upayanya memerangi kelaparan. Atas kontribusinya memperbaiki perdamaian di daerah konflik. Serta bertindak sebagai pendorong dalam upaya mencegah pemanfaatan kelaparan sebagai senjata perang dan konflik," imbuhnya.

Baca juga: Penemu Virus Hepatitis C Dapat Hadiah Nobel Kedokteran

Lembaga internasional itu telah mendistribusikan bahan pangan dengan berbagai sarana transportasi. Mulai dari helikopter hingga gajah. WFP pun mengapresiasi penghargaan Nobel Penghargaan, sekaligus mengingatkan bahwa 690 juta orang dalam ancaman kelaparan.

Juru Bicara WFP Tomson Phiri menyebut penghargaan itu memicu semangat semua anggota dan pihak yang terlibat dalam program WFP.

"Untuk terus bergerak maju dan dinobatkan sebagai pemenang Nobel Perdamaian adalah suatu prestasi," tutur Phiri.

Dia pun mengapresiasi upaya lembaga dalam menyediakan suplai makanan di masa pandemi covid-19. Mengingat di masa krisis, banyak maskapai penerbangan tidak beroperasi dan organisasi itu tetap berupaya mendistribusikan bantuan.

Baca juga: WHO: 10% Populasi Global Sudah Terinfeksi Covid-19

"Kami tidak hanya menyediakan makanan untuk hari ini dan esok, namun juga membekali orang-orang dengan pengetahuan. Serta sarana untuk menopang diri mereka di masa mendatang," pungkasnya.

Didirikan pada 1961, organisasi PBB sudah membantu 97 juta orang sepanjang tahun lalu. Kemudian, mendistribusikan 15 miliar jatah makanan kepada warga yang tersebar di 88 negara.

Meski mengalami kemajuan dalam tiga dekade terakhir, namun target PBB untuk memberantas kelaparan pada 2030 tampaknya sulit tercapai. Dalam hal ini, jika kondisi pandemi tak kunjung terkendali.(CNA/OL-11)

 

Baca Juga

AFP

Biden Menang, Hubungan Indonesia-AS Lebih Clear

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:15 WIB
Jika Trump yang keluar sebagai pemenang, akan ada stagnansi ketidakpastian dalam hubungan AS-Indonesia meski tidak ada yang secara akurat...
Antara

Serangan Rudal Armenia, 21 Orang di Azerbaijan Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 21:00 WIB
Militer Azerbaijan mengatakan serangan rudal di dekat Nagorno-Karabakh pada Rabu (28/10) telah menewaskan 21 orang dan puluhan lainnya...
AFP/Ahmad Gharabli

Indonesia Panggil Dubes Prancis dan Kecam Pernyataan Macron

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 20:51 WIB
Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya