Jumat 09 Oktober 2020, 22:34 WIB

Uskup Agung Semarang Ajak Umat Adaptasi Kebiasaan Baru

Mediaindonesia.com | Humaniora
Uskup Agung Semarang Ajak Umat Adaptasi Kebiasaan Baru

Antara
Ilustrasi

 

Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko mengajak umat Katolik keuskupan setempat, yang meliputi sebagian Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, menjalani aktivitas harian sepenuh hati dengan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi covid-19.

"Gereja kita dikenal taat dengan protokol kesehatan. Jangan takut, khawatir, jalani aktivitas harian sepenuh hati, sebaik mungkin," ujarnya ketika berbicara dalam konser musik "Menjadi Anak Terang" secara virtual yang diprakarsai Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang yang dipantau di Magelang, Jumat (9/10) malam.

Kepada semua umat, baik anak-anak, remaja, kaum muda, dan orang dewasa, dia mengatakan tidak ada harapan lain selain untuk menekuni situasi pandemi covid-19 dengan mencoba membiasakan diri, menjalani adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Baca juga : http://Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/302776-hadapi-pandemi-umat-katolik-diajak-buka-pintu-kemurahan-hati

Ia juga mengemukakan pentingnya umat mengembangkan solidaritas terhadap sesama dan lingkungan sekitar terkait dengan dampak pandemi virus corona jenis baru itu.

Keuskupan setempat juga mewujudkan solidaritas itu, sedangkan umat juga harus berdinamika dalam gerakan solidaritas tersebut.

"Buka diri, beri perhatian kepada mereka-mereka yang terkena dampak covid-19, yang butuh pertolongan, ada yang kehilangan pekerjaan, tidak punya penghasilan. Solidarits sudah dimulai dan terus berjalan, silakan anda semua ikut berdinamika dalam gerakan solidaritas. Ini salah satu cara menghadirkan wajah kerahiman dan belas kasih Allah kepada dunia," ujar dia.

Ia juga berpesan kepada para pengurus gereja dan paroki-paroki di keuskupan setempat untuk melakukan pembinaan kepada umat, baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan.

"Yang sudah ikut ekaristi diharapkan ikut hadir di geraja ikut ekaristi, yang penting jaga kesehatan dan laksanakan prokokol kesahatan," ucap dia.

Ia mengatakan tentang pelonggaran pembatasan peribadatan di mana makin banyak gereja paroki mengadakan misa bersama umat.

Ke depan, katanya, kehadiran umat untuk mengikuti ekaristi di gereja masih bisa ditingkatkan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Di antara 107 paroki di keuskupan setempat, katanya, berdasarkan informasi sudah ada 87 paroki yang mencoba menyelenggarakan misa secara luring.

"Meskikpun ada juga yang sudah mencoba (misa luring, red.), lalu tutup kembali karena ada warga terpapar covid-19. Jumlah kehadiran umat dari bangku-bangku yang disediakan rata-rata 30-50 persen terisi umat. Ini masih cukup memprihatikan, ini masih diharapkan ditingkatkan kembali kehadiran umat," ujar dia.

Konser musik menghadirkan kelompok "Mlenuk Voice", Romo Edy Purwanto, Romo Aria Dewanto, dan Sofia Riyadi, dengan dipandu Frater Oot Christian dan Anastasia Dessi.  (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

MI/Ramdani

Duduk Lama Karena Work From Home, Waspadai Muncul Wasir

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:29 WIB
Angka tersebut menunjukkan bahwa selama masa pandemi dan semua orang melakukan WFH masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya hanya...
AFP

Ini Penjelasan Asteroid 2018 VP1 yang Melintas Dekat Bumi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:36 WIB
Pada 2 November 2020 mendatang, Asteroid 2018 VP1 akan melintas di dekat bumi pada pukul 18.33 WIB dengan jarak 0,0028 satuan...
Antara

Perkuat Ikatan Kebangsaan Guna Majukan Negeri

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:51 WIB
"Gus Dur (Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid) waktu berpesan cintailah tanah, air dan udara di atas segala-galanya," kata Budayawan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya