Jumat 09 Oktober 2020, 22:19 WIB

KejagungPeriksa Dua Tersangka Terkait PT Asuransi Jiwasraya

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
KejagungPeriksa Dua Tersangka Terkait PT Asuransi Jiwasraya

ANTARA
Karyawan melintas di depan Gedung Asuransi Jiwasraya, beberapa waktu lalu.

 

Kejaksaan Agung RI memeriksa dua orang tersangka korporasi atau perusahaan manajer investasi (MI) yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (persero).

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/284322-kementerian-bumn-akan-suntik-rp5-triliun-untuk-jiwasraya

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/10), mengatakan tersangka korporasi yang diperiksa adalah perusahaan manajer investasi PT Prospera Asset Management yang diwakili Direktur Utama PT Prospera Asset Management Yosep Chandra dan PT Pan Arcadia Capital yang diwakili Presiden Direktur PT Pan Arcadia Capital Irawan Gunari.

Selain dua tersangka korporasi, jaksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Kejagung juga meminta keterangan seorang saksi untuk tersangka korporasi PT Pinnancle Persada Investama, yakni Head of Compliance PT OCBC Sekuritas M Kholidin.

"Satu orang saksi dan dua orang sebagai pengurus mau pun sebagai karyawan perusahaan manajer investasi keterangannya dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia," tutur Hari Setiyono.

Sebelumnya, Kejagung menetapkan sebanyak 13 perusahaan manajer investasi sebagai tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya.

Tiga belas perusahaan tersebut adalah PT Dhanawibawa Manajemen Investasi/PT Pan Arcadia Capital (DMI/PAC), PT OSO Manajemen Investasi (OMI), PT Pinnacle Persada Investama (PPI), PT Millenium Danatama Indonesia/PT Millenium Capital Management (MDI/MCM) dan PT Prospera Asset Management (PAM).

Kemudian PT MNC Asset Management (MNCAM), PT Maybank Asset Management (MAM), PT GAP Capital (GAPC), PT Jasa Capital Asset Management (JCAM), PT Pool Advista Asset Management (PAAA), PT Corfina Capital (CC), PT Treasure Fund Investama Indonesia (TFII), dan PT Sinarmas Asset Management (SAM). (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

👤Sri Utami 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:03 WIB
Saat ini permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait penembakan pendeta...
MI/Adam Dwi

Mantan Sekretaris MA Nurhadi tidak Ajukan Eksepsi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:35 WIB
Nurhadi disidang bersama terdakwa lain, yakni Rezky Herbiyono yang juga merupakan...
MI/ Adam Dwi Wapres

Wapres Minta Pesantren Lahirkan Santri ‘Gus Iwan’

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:33 WIB
Ma’ruf berharap agar pesantren bisa menjadi penggerak dan pusat perekonomian kerakyatan untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya