Jumat 09 Oktober 2020, 19:45 WIB

Sosialisasi Aturan Penggunaan Susu Kental Manis Perlu Digencarkan

Eni Kartinah | Humaniora
Sosialisasi Aturan Penggunaan Susu Kental Manis Perlu Digencarkan

Dok.mi
Susu kental manis (SKM) dilarang untuk diberikan kepada anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun.

 

MIRIS, balita di Cipinang Baru Utara, Jakarta Timur, mengonsumsi susu kental manis (SKM) hingga dua kaleng per hari disebabkan faktor ekonomi orang tuanya.

Hal ini bukan cuma seorang balita aja, tapi ada banyak balita lain yang mengkonsumsi SKM dalam jumlah yang berlebih, kebanyakan gula, sehingga rentan terhadap berbagai penyakit, seperti obesitas dan diabetes.

Temuan balita mengonsumsi SKM secara berlebihan tersebut dliaporkan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI)

Salah satu warga, Polastri, 40, yang tinggal di Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Masyarakat beralasan bahwa faktor ekonomi menjadi alasan orang tua memberikan SKM kepada anak sebagai pengganti susu formula.

Bahkan, anak Polastri sampai menghabiskan 1-2 kaleng SKM sehari “Satu hari bisa lima kali, satu hari 1-2 kaleng,” kata Polastri.

Menurut dokter spesialis anak Dr. dr. Tubagus Rachmat Sentika, SpA, MARS, susu kental manis (SKM) dilarang untuk diberikan kepada anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun. Pasalnya, kandungan yang ada dalam SKM itu sangat membahayakan tumbuh kembang anak yang mengkonsumsinya.

“SKM itu dilarang untuk anak 18 tahun ke bawah karena tidak ada manfaat gizinya,” kata Rachmat Sentika dalam webinar belum lama ini.

Salah satu yang masih menuntut perhatian pemerintah adalah sosialisasi peraturan Badan POM No 31 Tahun 2018 tentang label pangan olahan khususnya aturan tentang penggunaan susu kental manis (SKM).

Pasal 54 Per BPOM No 31 Tahun 2018 tersebut menyebutkan susu kental manis bukan untuk pengganti asi dan bukan satu-satunya sumber gizi.

Aturan yang diterbitkan BPOM tersebut telah memasuki tahun kedua Oktober 2020. Sayangnya, sosialisasi penggunaan SKM belum dilakukan  pemerintah baik BPOM maupun Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Maka, tak heran bila masih banyak masyarakat yang mengaku tidak tahu dan memberikan kental manis sebagai minuman susu untuk anak.

Susu Kental Manis merupakan produk yang sudah dilarang oleh BPOM diberikan sebagai minuman untuk anak terutama bayi dan balita. Meski  termasuk kategori susu namun produk ini mengandung 54% gula.

Sementara, kandungan protein dan gizi lainnya yang dibutuhkan anak tidak lebih dari 7%. Karena itu, SKM hanya boleh digunakan sebagai topping atau penambah citarasa dalam makanan. (Nik/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Kemenperin Sebut Penerapan SNI Masker Bersifat Sukarela

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 09:15 WIB
Dalam SNI 8914:2020, masker dari kain diklasifikasikan menjadi tiga tipe, yaitu tipe A untuk penggunaan umum, tipe B untuk filtrasi...
ANTARA/Olha Mulalinda

Komorbid Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Pasien Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:56 WIB
Komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien covid-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi...
Dok Book My Show

Bersepeda Sembari Beramal di Bike for Hope

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:21 WIB
Tujuan utama dari acara Bike for Hope adalah donasi untuk pekerja seni yang terkena dampak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya