Jumat 09 Oktober 2020, 17:44 WIB

Rupiah Menguat Dibandingkan Minggu Lalu

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Rupiah Menguat Dibandingkan Minggu Lalu

Ilustrasi
Nilai tukar

 

BANK Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai tukar rupiah periode 5-8 Oktober 2020, ditutup pada level (bid) Rp14.685 per dolar AS. Angka ini menguat bila dibandingkan minggu lalu, periode 28  September-1 Oktober 2020, pada pada level (bid) Rp14.820 per dolar AS.

Pada Jumat (9/10) rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.660 per dolar AS, menguat dibandingkan pekan awal Oktober Jumat (1/10) yang dibuka pada level (bid) Rp14.800 per dolar AS.

Sementara itu imbal hasil/ Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun stabil membaik ke level 6,88%, dari minggu lalu berada di 6,89%.

Indeks dolar AS terpantau sedikit melemah ke level 93,61% dari pada pekan lalu di 93,71%. Imbal hasil obligasi AS Yield UST (US Treasury) Note tenor 10 tahun naik ke level 0,769%, dari minggu lalu di level 0,677%.

Baca juga : Hingga Awal Oktober, BI Telah Kucurkan Likuditas Rp666 Triliun

Inflasi juga berada pada level yang rendah dan terkendali. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II Oktober 2020, perkembangan harga pada bulan Oktober 2020 diperkirakan inflasi sebesar 0,02% (mtm).

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober 2020 secara tahun kalender sebesar 0,91% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,39% (yoy)," ujar Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko, melalui rilis yang diterima, Jumat (9/10).

Penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas cabai merah sebesar 0,06% (mtm), minyak goreng dan bawang merah masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar -0.05% (mtm), emas perhiasan sebesar -0,02% (mtm) dan beras sebesar -0,01% (mtm).

"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Onny. (OL-2)

 

Baca Juga

Ist/Medcom.id

Indonesia kian Berpengaruh di Indo-Pasifik

👤Medcom.id/Ant/P-2 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 04:44 WIB
(Kedatangan Pompeo) ini ialah (bukti) balance di...
Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Sinergi Diperlukan untuk Jadi Produsen Industri Halal Dunia

👤Iam/X-10 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:50 WIB
Ekspor produk Indonesia ke negara berpenduduk mayoritas muslim tidak dapat dilepaskan dari peran produsen produk halal Indonesia, khususnya...
AFP/JUSTIN SULLIVAN

Tesla Berencana Tambah 52 Pusat Layanan di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 23:45 WIB
Produsen mobil listrik itu telah memperluas jaringan pusat layanan dan Supercharger untuk mengimbangi armadanya yang terus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya