Jumat 09 Oktober 2020, 15:15 WIB

Distribusi APD Telat 50 Nakes di RSUD Panyabungan Terpapar Covid

Yoseph Pencawan | Nusantara
Distribusi APD Telat 50 Nakes di RSUD Panyabungan Terpapar Covid

dok.mi
Ilustrasi

 

FAKTA memprihatinkan terkuak dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara. Dimana tenaga medis (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di sana mencapai 50 orang. Penyebabnya distribusi alat pelindung diri (APD) terlambat diterima di RSUD tersebut.

Hal itu diungkapkan dokter spesialis THT RSUD Panyabungan M Rusli Pulungan kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat kunjungan kerja Gubernur di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (8/10).

"Terdata 50 orang dokter, perawat dan staf RSUD Panyabungan yang terkonfirmasi positif. Dan sekarang sebanyak 7 orang masih dalam perawatan," ujarnya, dalam keterangan resmi Pemprov Sumut yang diterima, Jumat (9/10).

Pada kesempatan itu Gubernur Edy mengumpulkan seluruh tenaga medis, staf dan manajemen RSUD Panyabungan untuk berdiskusi mengenai perkembangan terkini penanganan Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Gubernur meyakini ada yang salah dengan RSUD Panyabungan sehingga banyak tenaga medis dan staf terpapar virus Corona. Dari hasil diskusi terungkap bahwa kondisi itu terjadi akibat keterlambatan distribusi APD.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dedi Abu Bakar mengungkapkan kepada Gubernur bahwa kebutuhan APD di RSUD Panyabungan sebenarnya sudah disampaikan pada Pemkab dan DPRD Madina, tetapi tidak ada realisasi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Safran Halim Harahap juga menyampaikan harapan agar tidak ada lagi kendala tentang ketersediaan APD di RSUD Panyabungan. Pemkab Madina pun diminta untuk kembali mengaktifkan Komite Etik RSUD Panyabungan yang tidak aktif sejak Januari 2020.

Menanggapi itu, Gubernur Edy menegaskan bahwa kebutuhan tenaga medis dalam penanganan Covid-19 merupakan hal yang menjadi prioritas saat ini. Terlebih kebutuhan akan ketersediaan APD untuk melindungi mereka dari paparan virus corona.

"Kalau dokter yang meninggal kita akan sulit mencari penggantinya karena harus melalui proses panjang," ujar Edy.

Dalam situasi saat ini, Edy meminta paramedis untuk tetap waspada dengan menganggap semua yang datang berobat terindikasi terpapar Covid-19 sehingga harus tetap waspada menggunakan APD.

"Saya sudah drop APD ke sini 1.000 unit. Saya tak izinkan dokter bertugas tidak menggunakan APD," pesanya. (OL-13)

Baca Juga: Ibu Peran Kunci Cegah Timbulnya Klaster Keluarga

 

Baca Juga

DOK IKP KOMINFO BABEL

Erzaldi Sampaikan Lima Unsur Pembangunan Kesehatan Atasi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 17:03 WIB
Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan...
DOK KRC-LIPI

Warga Agam Temukan Bunga Langka di Kebun

👤Yose Hendra 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:50 WIB
Ia bersama suaminya sedang membersihkan kebun miliknya dan mencium bau yang sangat menyengat seperti bau...
Antara

Riau Resmi Akhiri Status Siaga Darurat Karhutla

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:48 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi mengakhiri status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah berlangsung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya