Jumat 09 Oktober 2020, 13:23 WIB

Polres Malang Kota Proses Hukum 129 Pengunjukrasa

Bagus Suryo | Nusantara
Polres Malang Kota Proses Hukum 129 Pengunjukrasa

MI/Bagus Suryo
Sebanyak 129 orang diamankan di Polres Malang Kota terkait demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Jumat (9/10/2020).

 

KEPOLISIAN Resor Malang Kota, Jawa Timur, memproses hukum pengunjukrasa yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja berujung anarkistis merusak aset negara, fasilitas umum dan mengakibatkan orang terluka.

"Kita akan melakukan pendalaman dalam waktu 1 kali 24 jam. Nanti kalau memenuhi unsur kita proses hukum," tegas Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada wartawan, Jumat (9/10).

Ia menjelaskan aksi demo anarkistis di kawasan DPRD Kota Malang dan Pemkot Malang mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Dalam demo itu polisi mendata kerusakan diantaranya mobil dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan mobil milik Pemkot Malang.

"Empat mobil dinas milik Polri dibakar," ungkapnya.

Bahkan, pengunjukrasa juga merusak kendaraan bus Polres Batu dan truk milik Polres Blitar. Data yang dihimpun oleh polisi, kerusakan lainnya, yakni fasilitas umum di kawasan gedung DPRD. Semua kerusakan itu terjadi saat demo anarkistis berujung bentrok antara pengunjukrasa dan polisi.

"Anggota Brimob terluka karena lemparan batu. Ada 15 anggota yang terluka," ujarnya.

baca juga: DPRD DIY Dukung Polisi Usut Pelaku Demo Rusuh di Malioboro

Karena itu polisi akan mendalami kasus ini, untuk selanjutnya memproses hukum mereka yang memenuhi unsur tindak pidana. Dalam kasus ini, Polres Malang Kota mengamankan 129 orang, sebanyak 124 orang pria dan 5 orang perempuan. Kebanyakan dari mereka warga Malang, akan tetapi ada juga warga Jombang, Banyuwangi dan Pasuruan. Adapun status pengunjukrasa dominan mahasiswa,  pengangguran, buruh bangunan dan sekuriti. Sebanyak 15 pelajar SMK dan 14 pelajar SMA turut diamankan.

Guna mengantisipasi klaster baru covid-19, polisi melakukan tes cepat. Hasilnya, sebanyak 20 orang reaktif.

"Segera kita tindak lanjuti tes swab," tuturnya.(OL-3)
 

Baca Juga

Ilustrasi

Yogja Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

👤Ardi T 🕔Minggu 01 November 2020, 00:14 WIB
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, DI Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengingatkan, saat ini sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim...
metronews

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa Bunuh Diri

👤Lina Herlina 🕔Minggu 01 November 2020, 00:08 WIB
Polisi hentikan penyelidikan kasus siswa bunuh diri, MI, 16, yang diduga terbebani sistem belajar daring, karena pihak keluarga menolak...
MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya