Jumat 09 Oktober 2020, 11:17 WIB

Gubernur Khofifah Penuhi Tuntutan Kirim Surat ke Presiden

RO/Micom | Nusantara
Gubernur Khofifah Penuhi Tuntutan Kirim Surat ke Presiden

Dok pemprov jatim
Ilustrasi Gubernur Khofifah bersama butuh di Jatim.

 

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi semua tuntutan buruh yang menggelar aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Gedung Negara Grahadi, Kamis (8/10). 

Sebelumnya, Khofifah menerima perwakilan buruh/pekerja dan melakukan dialog dengan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI ) A Fauzi, Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jazuli, dan Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Achmad Soim.

“Aspirasi mereka yang meminta Gubernur untuk berkirim surat resmi kepada Presiden Joko Widodo langsung saya penuhi. Hari ini surat dikirim melalui Mendagri ,” ungkap Khofifah usai ziarah ke makam Gubernur Jawa Timur pertama RMT Aryo Suryo di Magetan, Jum’at (9/10) pagi.

Khofifah mengatakan, isi surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo bahwa Pemprov Jawa Timur meneruskan aspirasi serikat buruh dan serikat pekerja untuk mengajukan permohonan penangguhan pemberlakuan Undang-undang Omnibus Law yang telah memperoleh persetujuan bersama antara Pemerintah dan DPR RI. 

Selain itu, lanjut Khofifah, sesuai aspirasi mereka, Pemprov Jatim juga akan memfasilitasi perwakilan buruh untuk berangkat ke Jakarta guna beraudiensi dan dialog langsung dengan Menkopolhukam Mahfud MD dalam waktu dekat.

“Kami akan fasilitasi transportasi mereka ke Jakarta dan telah mengkomunikasikan ke Pak Mahfud untuk menerima perwakilan buruh/pekerja asal Jatim awal minggu depan. Alhamdulillah sudah terjadwal,” jelasnya. 

Terkait aksi pengrusakan yang dilakukan massa di area Gedung Negara Grahadi, Khofifah mengungkapkan penyesalannya. Menurutnya, dalam proses demokrasi semua aspirasi secara terbuka diberi ruang untuk diakselerasikan. Tetapi hindari pengrusakan fasum dan fasos termasuk hindari anarkisme. Yang terjadi kemarin, Kamis (8/10) semoga tidak terjadi lagi di lain waktu, mengingat fasilitas umum yang dirusak ini dibangun dengan uang rakyat. 

Yang lebih miris lagi, tambah Khofifah, tidak sedikit anak kecil dan pelajar yang ikut serta dalam aksi pengrusakan tersebut. Khofifah yakin anak-anak tersebut tidak paham dan tidak tahu apa itu UU Cipta Kerja hingga detail per pasal yang dipersoalkan.

“Kalau tujuannya untuk menyampaikan aspirasi, unek-unek, dan tuntutan saya yakin aksi pengrusakan itu tidak akan terjadi,” tambah dia. 

Khofifah mempercayakan Polda Jatim untuk melakukan pengusutan melalui proses penegakan hukum secara tuntas dari dalang, provokator sampai dengan pelaku dibalik aksi anarkisme di depan Gedung Negara Grahadi. (J-1)

Baca Juga

dok.123rf

Positif Covid-19 di Kota Malang Capai 2.012 Kasus

👤Bagus Suryo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:20 WIB
KASUS positif covid-19 di Kota Malang, Jawa Timur sudah menyentuh angka 2.000 an lebih. Angka itu meningkat sembilan kasus dari data sehari...
Antara

Wisatawan ke Cianjur Harus Jalani Rapid Test

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:05 WIB
WISATAWAN yang hendak berlibur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjalani tes cepat (rapid test) di check point Seger...
MI/Heri Susetyo

Maulid Nabi Pemicu Semangat Mengabdi Negara dan Layani Masyarakat

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:52 WIB
KH Ali Mas’ud mengingatkan kepada yang hadir untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah SWT. Sebab banyak nikmat yang telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya