Jumat 09 Oktober 2020, 10:04 WIB

Harga Swab Test Covid-19 Maksimal Rp900 Ribu

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Harga Swab Test Covid-19 Maksimal Rp900 Ribu

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Warga menjalani swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2020

 

BIAYA tes usap atau swab test Covid-19 secara mandiri telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dengan batasan maksimal yang diizinkan ialah Rp900 ribu. Hal itu ditegaskan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

"Bahwa batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT PCR secara mandiri, dan tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujarnya menjawab pertanyaan media dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (8/10).

Jika tes RT PCR yang merupakan hasil dari penelusuran kontak, maka pembiayaannya dijamin pemerintah. Pihaknya meminta agar fasilitas kesehatan yang melayani tes usap mandiri untuk mematuhi surat edaran Kementerian Kesehatan. 

"Dan transparan dengan pembiayaan pelayanan kesehatan, demi meminimalisir fraud (kecurangan)," tegas Wiku.

Ia juga menanggapi pertanyaan media yang terkait upaya pemerintah dalam menekan penularan covid-19 terutama pada kuartal 4 tahun 2020. Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 memberikan otoritas yang lebih besar kepada daerah untuk melakukan upaya pengendalian Covid-19 secara spesifik sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Melalui Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan surat edaran No. 440/5184/SJ tanggal 17 September 2020 tentang pembentukan Satgas Covid-19 di daerah-daerah. Diharapkan satgas daerah dapat menyelesaikan permasalahan pelaksanaan kebijakan strategis yang berkaitan dengan penanganan. Dan dapat segera mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan dalam percepatan penanganan serta selalu berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di pusat.

"Dengan dibentuknya task force Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan adalah strategi terkini dalam pengendalian khususnya pada provinsi-provinsi prioritas," katanya.

Tujuan task force untuk menurunkan jumlah kasus, menurunkan jumlah kematian, dan meningkatkan angka kesembuhan serta meningkatkan disiplin masyarakat. Juga melakukan sinkronisasi data pusat dan daerah serta mendorong penambahan jumlah ICU dan ruang isolasi daerah, dan menambah tenaga kesehatan, alat pelindung diri, obat-obatan dan alat kesehatan lainnya di daerah.

baca juga: Unjuk Rasa Berkerumun Bisa Picu Klaster Baru

Satgas Penanganan Covid-19 di pusat juga terus berupaya meningkatkan kesembuhan pasien dengan menambah jumlah rumah sakit rujukan. Serta memastikan pelayanan kesehatan yang baik sesuai standar. Karena itulah yang menjamin peningkatan angka kesembuhan dan penurunan angka kematian.

"Kami terus mendorong masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 untuk segera memeriksakan diri untuk dapat dikonfirmasi statusnya dan mendapatkan penanganan sedini mungkin untuk meningkatkan peluang kesembuhan melalui deteksi dan pengobatan dini," ujarnya.

Untuk pelacakan pasien Covid-19 dilakukan pengendalian di tingkat mikro yaitu dengan mengoptimalisasi peran Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat dapat merencanakan strategi tersebut di tiap kecamatan dan kelurahan serta selalu berkoordinasi dengan satgas Covid-19 di daerah dan pusat.

"Puskesmas sebagai unit pelaksana fungsional dapat meningkatkan kualitas sumberdayanya melalui penyebaran tenaganya jika di lapangan SDM masih belum merata jumlahnya. Selain itu, kami juga mendorong pengadaan fasilitas dan teknologi pendukung tracing," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

Ist

Dukung Langkah Pemerintah Internasionalisasikan Bahasa Indonesia

👤Widhoroso 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:00 WIB
Peserta Duta Bahasa Nasional 2020 selain diharapkan mampu merealisasikan trigatra bahasa, juga mengemban tiga tugas yaitu abdi bahasa, jaga...
Ist

Peringatan Sumpah Pemuda Momentum Optimalisasikan Peran Pemuda

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:30 WIB
Hari Sumpah Pemuda menjadi bukti adanya gerakan pemuda untuk melakukan pembaharuan-pembaharuan terhadap kondisi...
ANTARA

Jusuf Kalla Tekankan Tugas PMI Saat Pendemi Covid-19

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:45 WIB
Wakil Gubernur Bali Bapak Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan peran PMI sangat penting dalam bidang sosial kemanusiaan apalagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya