Jumat 09 Oktober 2020, 04:24 WIB

Konsultasi Jiwa Online Atasi Lonjakan Penderita Gangguan Mental

BY/YH/X-7 | Humaniora
Konsultasi Jiwa Online Atasi Lonjakan Penderita Gangguan Mental

ANTARA
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

 

PANDEMI covid-19 menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental (jiwa). Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan jumlah penderita gangguan mental di kalangan masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat meluncurkan program Konsultasi Jiwa Online (KJOL).

“Kami menyiapkan crisis center di RSJ Jawa Barat di Kabupaten Bandung Barat dan Graha Atma di Bandung. Nantinya, crisis center itu berfungsi sebagai respons cepat kegawatdaruratan jiwa, seperti potensi bunuh diri yang diakibatkan masa pandemi ini,” jelas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kemarin.

Menurut survei Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Kementerian Kesehatan pada 2020, lanjutnya, sekitar 6,8% masyarakat Indonesia mengalami gangguan cemas.

Direktur Utama RSJ Jawa Barat Elly Marliyani juga mengakui sampai September 2020 terjadi peningkatan kunjungan pasien gangguan cemas di rumah sakitnya sebanyak 14% jika dibandingkan dengan bulan yang sama di 2019.

Lebih lanjut Ridwan Kamil, yang biasa disapa Kang Emil, mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan kesehatan mental masyarakat terganggu di tengah pandemi ini.

“Informasi bohong, tingginya angka kematian karena covid-19, belum hadirnya vaksin, kehilangan pekerjaan, pembelajaran jarak jauh, dan
tingginya kekerasan rumah tangga adalah sesuatu yang tidak bisa kita sepelekan.”

Pada kesempatan yang sama, Elly menambahkan, dalam program KJOL masyarakat dapat berkonsultasi secara virtual dengan psikiater atau psikolog.

Selain itu, screening melalui situs pun dapat dilakukan, seperti screening kesehatan jiwa, kecanduan gadget, deteksi dini bunuh di ri, dan tes lainnya.

Elly mengakui ada peningkatan durasi penggunaan gawai selama pandemi. Berdasarkan penelitian RSCM FK UI selama April-Juni 2020, ada peningkatan waktu penggunaan gawai hingga 11,6 jam per hari dan kecanduan internet pada remaja sebesar 19,3%.

“Kondisi itu berpotensi menyebabkan stres bagi orangtua maupun anak,” ujarnya Secara terpisah, Direktur RSUD Rasidin Padang, Herlin Sridiani, mengungkapkan, selain memberikan terapi medis, pihaknya juga memberikan terapi spiritual dalam penanganan pasien covid-19.

“Para pasien juga kita berikan terapi spiritual yang dipan du oleh rohaniwan yang ada di RSUD,” jelasnya.

Herlin menyebut tingkat kesembuhan pasien positif covid-19 yang dirawat di RSUD Rasidin juga cukup tinggi. Dari 574 pasien yang dirawat, 549 pasien telah sembuh. (BY/YH/X-7)

Baca Juga

Antara/Medcom.id

Skenario Antisipasi Kemacetan telah Disiapkan

👤Ins/Put/X-10 🕔Minggu 01 November 2020, 03:02 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan skenario mengurai volume kendaraan dengan menggratiskan biaya tol ketika volume...
Dok. Pribadi

BWA Resmikan Wakaf Sarana Air Bersih di Lereng Gunung Slamet

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:36 WIB
Setiap musim kemarau, warga lereng Gunung Slamet dan Pesantren At-Tholibiyah yang berada di Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah ini akan mengalami...
Dok. Pribadi

Sekolah ASBC Komitmen Lahirkan Insan Nasionalis Kebangsaan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:34 WIB
Menurutnya, ASBC merupakan sekolah nasional unggulan berwawasan internasional yang mengimplementasikan sistem Spiritualisasi Pendidikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya