Jumat 09 Oktober 2020, 02:55 WIB

Peneliti Modifikasi Gen Raih Nobel Kimia 2020

MI | Humaniora
Peneliti Modifikasi Gen Raih Nobel Kimia 2020

AFP
Peneliti Prancis bidang mikrobiologi, genetika, dan biokimia, Emmanuelle Marie Charpentier (kiri) dan rekannya, Jennifer Anne Doudna

 

PENELITI Emmanuelle Marie Charpentier dari Prancis dan rekannya, Jennifer Anne Doudna, dari Amerika Serikat mendapatkan penghargaan tertinggi Nobel Kimia 2020 melalui penelitian teknologi modifikasi gen, yaitu CRISPR/Cas9.

Pengumuman Hadiah Nobel Kimia 2020 dilakukan Profesor Goran K Hansson, Sekretaris Jenderal Royal Swedish Academy of Sciences, Rabu (7/10) waktu setempat. Doudna pun mengatakan sangat terkejut dirinya mendapatkan penghargaan Nobel ini. 

“Saya sangat gembira dan terkejut,” kata Doudna dalam konferensi pers.

“Teknologi ini memiliki dampak revolusioner pada ilmu kehidupan, berkontribusi pada terapi kanker baru dan dapat membuat mimpi menyembuhkan penyakit bawaan menjadi kenyataan,” kata Ketua Komite Nobel Profesor Claes Gustafsson seperti dilansir dari laman nobelprize.

Saat dilansir dari laman UNESCO, melalui metode CRISPR-Cas9, peneliti dapat mengubah DNA pada hewan, tanaman, dan  mikroorganisme. Teknik pengeditan genom ini memungkinkan para ilmuwan untuk menghilangkan dan menambahkan potongan materi genetik. 

Teknik ini dapat digunakan untuk menonaktifkan gen, memperbaiki kelainan genetik atau memasukkan gen untuk membuat model hewan dari penyakit manusia. Kompleks CRISPR-Cas9 mampu menampung urutan yang serasi dengan presisi yang luar biasa. 

Ini membuka kemungkinan yang sama sekali baru dalam terapi gen, terapi sel, dan imunoterapi. Pada 2011, Emmanuelle Charpentier mengajak Jennifer A. Doudna untuk berkolaborasi.

Mereka menerbitkan temuan yang menunjukkan bahwa mekanisme yang digunakan oleh bakteri untuk melumpuhkan musuh mereka dapat diadaptasi sebagai alat genetik yang dapat diprogram untuk memodifikasi gen dalam sel dan organisme.

Pada 2016, mereka berdua menerima penghargaan L’OréalUNESCO For Women in Science International yang diberikan setiap tahun kepada lima ilmuwan wanita terkemuka sebagai pengakuan atas pencapaian ilmiah mereka. (Wan/H-3)

Baca Juga

Dok Kemenag

Menag: Santri, Teguh Beragama dan Teladan Bela Negara

👤Siswantini Suryandari 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 09:25 WIB
Ketika santri kemudian bertekad dan terpanggil untuk mengadu jiwa mengusir penjajah dari bumi Indonesia, itu nilai tertinggi yang sangat...
ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Kemenperin Sebut Penerapan SNI Masker Bersifat Sukarela

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 09:15 WIB
Dalam SNI 8914:2020, masker dari kain diklasifikasikan menjadi tiga tipe, yaitu tipe A untuk penggunaan umum, tipe B untuk filtrasi...
ANTARA/Olha Mulalinda

Komorbid Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Pasien Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:56 WIB
Komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien covid-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya