Kamis 08 Oktober 2020, 16:20 WIB

Ajak Masyarakat Berdonasi untuk Dukung PJJ

Mediaindonesia.com | Humaniora
Ajak Masyarakat Berdonasi untuk Dukung PJJ

Dok.bodrex
Jumpa pers virtual dalam kerja sama bodrex dengan Wakaf Salman ITB untuk memberi donasi murid belajar daring.

 

MESKI sudah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) aktivitas sekolah tetap belum normal. Sekolah masih harus memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem online. Sayangnya, sistem PJJ ini masih terhambat karena kepemilikan fasilitas belajar online (smartphone maupun kuota) yang masih rendah.  

Berdasarkan analisa Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) 50% lebih siswa tidak memiliki smartphone. Data tersebut didapatkan dari Kemendikbud yang telah merilis input nomor ponsel siswa di data pokok pendidikan (dapodik).

Baca juga: Pengamat: PJJ Tidak Efektif di Daerah Terpencil

Merasa terpanggil dengan kondisi tersebut, bodrex bekerjasama dengan Wakaf Salman ITB,  menyalurkan donasi untuk membantu anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP yang berasal dari keluarga dari kondisi sosial ekonomi lemah agar dapat terus belajar di tengah pandemi covid-19. Program #bodrexmerahputih berbagi itu akan berkolaborasi dengan program Garuda (GAdget untuk guRU Dan siswA) dari Wakaf Salman untuk mengumpulkan donasi berupa smartphone layak pakai dan juga donasi berupa uang.  Selain menggalang donasi, bodrex juga turut berpartisipasi langsung dalam menyediakan paket smartphone dan kuota internet untuk siswa/i yang membutuhkan.

Managing Director Brand Portfolio & Communication Cosmetics, Consumers and Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk. Aviaska D. Respati mengatakan program itu diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian program kepedulian yang dilakukan dalam rangka ulang tahun ke-50 bodrex.

“Kami ingin memberi kembali kepada masyarakat Indonesia sebagai wujud ucapan terima kasih, karena berkat dukungan merekalah bodrex berhasil menjadi merek obat sakit kepala nomor satu di Indonesia. Melalui program ini kami mengajak masyarakat agar peduli terhadap pendidikan di Indonesia dan menggerakkan semangat berbagi. Semoga kontribusi ini menjadi bentuk dukungan bodrex dalam mendorong pendidikan di masa pandemi agar lebih banyak anak Indonesia bisa belajar online, karena merekalah ini masa depan bangsa Indonesia,” ujar Aviaska.

Ia melanjutkan program itu akan menghimpun, mengonversi serta menyalurkan donasi berupa smartphone dan kuota internet kepada anak-anak SD dan SMP yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Penyaluran ini bekerja sama dengan Jabar Quick Response dan Lembaga One Ummah untuk area Jawa Barat, dan Gerak Bareng Community untuk area Jabodetabek.

Kriteria penerima donasi program ini adalah anak-anak sekolah yang berdomisili di area Jabodetabek dan Jawa Barat. Diutamakan untuk kawasan zona merah. Anak sekolah tingkat SD dan SMP (diutamakan SD kelas 3 ke atas), serta diutamakan untuk anak sekolah yang yatim dan berasal dari keluarga dari sosial ekonomi lemah/dhuafa.

Corporate Secretary and Operational Manager Wakaf Salman ITB Ryan Faisal menambahkan, pihaknya mendukung inisiatif bodrex karena memiliki visi dan misi yang sama, melihat banyaknya anak-anak sekolah yang tidak mempunyai fasilitas smartphone yang layak untuk belajar online. Namun hal ini juga perlu dukungan dari masyarakat Indonesia untuk semakin peduli dengan dunia pendidikan. Salah satunya adalah dengan menyumbangkan smartphone layak pakai atau uang tunai.

“Program ini akan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2020. Harapannya ingin menggerakkan semangat berbagi untuk sesama dalam proses penanganan pandemi khususnya di sektor pendidikan dan untuk mendorong munculnya program-program lain yang dapat mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Ryan.

Sementara itu, Dion Wiyoko sebagai seorang publik figure ikut mengapresiasi program yang mendukung PJJ bagi anak-anak sekolah yang mengalami keterbatasan karena faktor sosial ekonomi. “Program ini menjadi kesempatan bagi kita untuk turut serta memberikan kontribusi dan menunjukkan kepedulian pada pendidikan anak Indonesia di tengah masa pandemi. Harapannya ini akan menginspirasi lebih banyak orang karena bila hanya seorang diri maka tidak bisa berdampak banyak. Tapi semakin banyak orang berpartisipasi melalui program ini, sebesar apapun andil mereka akan terkumpul menjadi hal yang berarti untuk pendidikan adik-adik kita yang sekarang masih mengalami kesulitan karena tidak memiliki fasilitas belajar online,” ujarnya. (Ant/A-1)

Baca Juga

ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Hari ini Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 3.985 Orang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:00 WIB
Uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) di 265 laboratorium serta tes cepat molekuler (TCM)...
MI/Ramdani

Duduk Lama Karena Work From Home, Waspadai Muncul Wasir

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:29 WIB
Angka tersebut menunjukkan bahwa selama masa pandemi dan semua orang melakukan WFH masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya hanya...
AFP

Ini Penjelasan Asteroid 2018 VP1 yang Melintas Dekat Bumi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:36 WIB
Pada 2 November 2020 mendatang, Asteroid 2018 VP1 akan melintas di dekat bumi pada pukul 18.33 WIB dengan jarak 0,0028 satuan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya