Kamis 08 Oktober 2020, 19:20 WIB

Pemkot Cirebon Terapkan Jam Malam Mulai Jumat (9/10)

Nurul Hidayah | Nusantara
Pemkot Cirebon Terapkan Jam Malam Mulai Jumat (9/10)

DOK MI
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Kota Cirebon, Jawa Barat, resmi memberlakukan aturan pembatasan aktivitas warga. Pembatasan aktivitas berupa pembatasan jam operasional tempat usaha dan perkantoran. Mereka yang melanggar akan diberikan sanksi tegas.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menjelaskan aturan pembatasan ini akan berlangsung mulai Jumat (9/10). "Pembatasan aktivitas masyarakat kita lakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran covid-19 di Kota Cirebon," ungkap Azis, Kamis (8/10).

Dijelaskan Azis, untuk aktivitas perdagangan dan jasa termasuk perkantoran dibatasi hingga pukul 18.00 WIB. Sedangkan untuk restoran dan rumah makan serta pedagang kaki lima (PKL) bisa tetap beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. "Namun layanan makan di tempat hanya boleh dilakukan hingga pukul 18.00 WIB," ungkap Azis.

Untuk pasar rakyat, berupa pasar induk jam operasional akan  dimulai dari pukul 02.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB dan untuk pasar rakyat non pasar induk jam operasional dimulai dari pukul 04.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Namun pembatasan aktivitas tidak berlaku untuk fasilitas pertahanan keamanan, pelayanan kesehatan, jasa perbankan, distribusi logistik, pekerjaan konstruksi, unit produksi yang membutuhkan proses berkelanjutan setelah mendapatkan izin dari kementerian perindustrian, unti produksi ekspor, unit produksi barang  pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan.

Untuk aktivitas masyarakat, menurut Azis dibatasi hingga pukul 21.00 WIB serta akan dilakukan penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas pada sejumlah ruas jalan. "Untuk lalu lintas yang kepadatannya tinggi akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas dan penutupan ruas jalan," ungkap Azis.

Dijelaskan Azis, kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat ini diambil setelah penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon fluktuatif bahkan cenderung tinggi. Pada Rabu (7/10) bahkan ada 23 warga yang positif terpapar covid-19.

"Padahal sejak awal kami sudah berupaya untuk menyeimbangkan antara aktivitas ekonomi dan upaya menolong masyarakat. Dua kegiatan tersebut sangat penting dan tidak boleh terhenti. Untuk itu, Pemkot Cirebon tetap mengizinkan aktivitas ekonomi buka di masa pandemi covid-19 dengan syarat mematuhi protokol kesehatan," jelasnya. (R-1)

Baca Juga

MI/Kristiadi

BRI Bantah Buka Layanan Nomor Antrean BLT UMKM Sejak Dinihari

👤Kristiadi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 11:27 WIB
Kepala Pimpinan Cabang BRI Tasikmalaya, Aidil Adhisaputra menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyampaikan pengumuman bahwa pembukaan...
ANTARA/Kornelis Kaha

Pelaku Pariwisata NTT Diminta Disiplin Terapkan 3M

👤Palce Amalo 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 11:19 WIB
Selain mempromosikan pariwisata, NTT juga sedang gencar mempromosikan produk pangan lokal terutama kopi dan sarung...
Mi/Kristiadi

Warga Berkerumun Rebutan Nomor Antrean BLT UMKM

👤Kristiadi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 10:58 WIB
Warga penerima bantuan langsung tunai bantuan Presiden untuk UMKM di Kota Tasikmalaya melanggar protokol kesehatan. Mereka berdesak-desakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya