Kamis 08 Oktober 2020, 12:00 WIB

Ilmuwan Kembangkan Teknologi untuk Marekayasa Mimpi

Fathurrozak | Weekend
Ilmuwan Kembangkan Teknologi untuk Marekayasa Mimpi

Unsplash.com/Bruce mars
Ilustrasi: Mimpi

ILMUWAN mengklaim dapat memanipulasi mimpi orang yang tidur dengan membuat mereka membayangkan topik tertentu, mirip dengan lucid dream.

Para peneliti di Fluid Interfaces MIT Media Lab AS, menggunakan teknik yang disebut inkubasi mimpi tertarget (TDI-targeted dream incubation) untuk mencapai hal itu. TDI menggunakan tahap awal tidur, yang dikenal sebagai hipnagogia, untuk secara sadar membentuk mimpi orang yang akan tidur.

Hipnagogia adalah tahap tidur paling awal, mirip dengan tahap REM (Rapid Eye Movement) dalam hal gelombang otak dan pengalaman. Namun, dalam tahap hipnagogia, orang yang tidur masih dapat mendengar audio.

Dengan demikian, subjek merekam petunjuk audio, termasuk arahan ‘ingat untuk memikirkan pohon’ dan ‘ingat untuk mengamati pikiran Anda,’ dan kemudian arahan tersebut diputar ulang pada waktu yang tepat.

Menggunakan pelacak tidur yang dikenakan dengan tangan, yang dapat mendeteksi beberapa perubahan seperti detak jantung pemakainya, muatan listrik pada kulit, dan gerakan jari, para peneliti dapat mengetahui kapan orang yang tidur memasuki hipnagogia dan dapat memutar audio pada waktu tersebut.

Menurut penulis utama studi ini Adam Haar Horowitz, pelacak tidur yang disebut Dormio, mengirimkan audio pada waktu yang tepat, dan merekam audio laporan mimpi.

“Sederhananya, orang memberi tahu kami apakah petunjuk itu muncul dalam mimpi mereka. Seringkali, berubah - perintah 'pohon' menjadi mobil berbentuk pohon - tetapi penggabungan langsung mudah diidentifikasi,” kata Horowitz, dikutip dari The Independent, Kamis, (8/10).

Menurut laporan penelitian tersebut, lebih dari dua pertiga subjek menyebutkan mimpi mereka mencerminkan petunjuk audio. Salah satu peserta mendeskripsikan mengikuti akar pohon, sementara yang lain mengingat pohon dari masa kecil mereka. Namun, karena banyak aspek manipulasi mimpi yang tidak dipahami, studi ini tidak jelas untuk mengatakan bagaimana berinteraksi dengan mimpi dapat bermanfaat.

“Setiap manfaat yang terbukti berkorelasi dengan mimpi membutuhkan percobaan apakah hal itu dapat secara kausal terbukti datang dari mimpi. Ini berkisar dari pekerjaan masa lalu tentang mimpi buruk dan PTSD hingga pekerjaan saat ini tentang pembelajaran bahasa dalam tidur, atau kreativitas dan momen eureka dalam mimpi,” jelas Horowitz.

Prototipe teknologi Dormio dibuat pertama kali pada tahun 2018. Sejak studi percontohan itu, lokakarya berikutnya diadakan pada Januari tahun lalu, guna membahas teknologi baru untuk mempelajari, merekam, dan memengaruhi mimpi.

Selain itu, eksperimen baru memandu mimpi menuju tema tertentu ‘saat mulai tertidur,’ yang kemudian memungkinkan informasi untuk dimasukkan ke dalam konten mimpi. Hasil lokakarya ini telah digunakan untuk menerbitkan edisi khusus Dream Engineering untuk jurnal Consciousness and Cognition.

“Sebagian besar studi tentang tidur dan mimpi sejauh ini terbatas pada laboratorium tidur milik universitas, sangat mahal serta tidak praktis, baik bagi peneliti maupun peserta,” kata profesor media arts and sciences dan kepala grup Fluid Interfaces Pattie Maes.

“Kelompok penelitian kami sangat bersemangat untuk menjadi pelopor teknologi baru, ringkas, dan murah untuk mempelajari tidur dan berinteraksi dengan mimpi, sehingga membuka peluang untuk lebih banyak penelitian dilakukan dan agar eksperimen ini berlangsung di lingkungan alami.” (M-4)

Baca Juga

IMDB/Phil Carusso - Summit Entertainment

Hiii... Ini Ternyata Film Horor yang Paling Menakutkan

👤Fathurrozak 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 10:10 WIB
Sineas James Wan pun dinobatkan sebagai 'raja...
www.goethe.de

Yuk, Ajak si Cilik Berkenalan dengan Sains

👤Galih Agus Saputra 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:13 WIB
Simak belasan film sains yang 'ramah' anak di Science Film Festival...
Instagram/Rara Sekar

Hara, Perjalanan Solo Rara Sekar

👤Fathurrozak 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 00:10 WIB
Setelah bermusik dengan Banda Neira dan Daramuda Project, Rara Sekar kini punya proyek...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya