Kamis 08 Oktober 2020, 07:32 WIB

Trump Hentikan Pembicaraan Stimulus, Harga Emas Turun 18 dolar AS

mediaindonesia.com | Ekonomi
Trump Hentikan Pembicaraan Stimulus, Harga Emas Turun 18 dolar AS

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi emas batangan

 

PENGUMUMAN Presiden AS Donald Trump tentang penghentian pembicaraan stimulus hingga selesai pemilihan pada bulan November berdampak pada jatuhnya harga emas di akhir perdagangan Rabu (7/10) waktu setempat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange terpangkas 18 dolar AS atau 0,94%, menjadi ditutup pada 1.890,80 dolar AS per ounce, mencatat kerugian untuk hari kedua berturut-turut.

Harga emas berjangka jatuh 11,3 dolar AS atau 0,59% menjadi 1.908,80 dolar AS pada Selasa (6/10), setelah terangkat 12,5 dolar AS atau 0,66% menjadi 1.920,10 dolar AS pada (5/10) dan turun 8,7 dolar AS atau 0,45% menjadi 1.907,60 dolar AS pada akhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian negosiasi stimulus tambahan sampai setelah pemilihan presiden 3 November, mendorong harga emas turun hampir dua persen. Dia kemudian menyarankan bantuan penggajian baru untuk maskapai penerbangan angkutan penumpang AS.

"Pembalikan Presiden Trump dari 'tidak ada negosiasi stimulus' menjadi 'tindakan bantuan sepihak' telah membantu mendukung harga emas meskipun dolar AS hanya melemah sedikit," kata Manajer Portofolio GraniteShares, Jeff Klearman.

"Kekhawatiran pengrusakan permintaan terkait virus korona masih berlimpah, yang berarti cepat atau lambat, paket stimulus fiskal kemungkinan akan disahkan dan The Fed akan melanjutkan kebijakan moneter akomodatif yang belum pernah terjadi sebelumnya," ucap Klearman.

Baca juga: Harga Emas Masih Bertahan di atas level 1.900 Dolar AS

Pejabat Fed AS prihatin dengan berakhirnya tunjangan asuransi pengangguran. Hal ini mencatatkan, bantuan fiskal tambahan akan membantu mempertahankan pemulihan, menurut risalah pertemuan kebijakan terakhir Fed yang dirilis pada Rabu (7/10).

The Fed juga menunjukkan keyakinannya akan meningkatkan kepemilikannya atas surat berharga pemerintah pada kecepatan saat ini.

Ketua Fed Jerome Powell, Selasa (6/10), menyerukan lebih banyak bantuan untuk bisnis dan rumah tangga guna menjaga pemulihan ekonomi yang baru lahir dari keterpurukan.

"Ada antisipasi tentang tingkat inflasi sebagai akibat dari stimulus dan itu bisa dilindungi oleh emas," kata Presiden dan Kepala Investasi Manajemen Sica Wealth, Jeffrey Sica.

"Akan ada potensi besar tidak adanya hasil pemilihan pada November, yang akan membantu harga emas sebagai tempat pelarian ke investasi yang aman," tambahnya.

Kenaikan indeks-indeks pasar saham AS pada Rabu (7/10) juga memberikan tekanan tambahan pada emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 2,5 sen atau 0,1% menjadi ditutup pada 23,896 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 3,5 dolar AS atau 0,4% menjadi ditutup pada 866,8 dolar AS per ounce.(Ant/OL-5)

Baca Juga

MI/Ramdani

Indonesia Berpotensi jadi Pusat Produsen Halal Dunia tapi...

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:55 WIB
INDONESIA berpeluang menjadi pusat produsen halal dunia, tapi butuh kerja keras dan kerja sama semua sekor. Baik pemerintah, swasta, BUMN...
Antara/Dedhez Anggara

Bank Dunia Kucurkan US$1 Juta untuk Sektor Perikanan RI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:28 WIB
Pembiayaan itu bertujuan mendukung investasi berkelanjutan di sektor perikanan Indonesia. Serta, meningkatkan kesejahteraan warga yang...
MI/Bagus Suryo

Ekonomi di Ambang Resesi, Rencana Kenaikan Cukai Terus Berlanjut

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 13:02 WIB
Kenaikan cukai rokok yang sangat tinggi, yaitu rata-rata 23% dibarengi dengan kenaikan Harga Jual Eceran sebesar 35% bisa berdampak pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya