Kamis 08 Oktober 2020, 05:35 WIB

Sindikat Narkoba Manfaatkan Jasa Kargo

(Ykb/Faj/J-2 | Megapolitan
Sindikat Narkoba Manfaatkan Jasa Kargo

ANTARA/RENO ESNIR
SINDIKAT JARINGAN SABU INTERNASIONAL Sejumlah barang bukti narkoba dan tersangka dihadirkan saat rilis pengungkapan kasus peredaran narkotik

 

UNTUK kesekian kalinya Korps Bhayangkara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jaringan internasional ke Tanah Air.

Kali ini Polri membongkar peredaran sabu dari Nigeria melalui pengiriman kargo di Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Tindak Pidana Nar-koba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar mengatakan, dalam kasus tersebut, pihaknya meringkus dua tersangka berinisial EF, 26, dan SZ, 23.

Keduanya terbukti membawa 12 kg sabu.

Namun, terang dia, untuk ter sangka SZ terpaksa ditem-bak hingga meninggal karena melawan petugas.

"Para ter sangka mengedarkan narkoba dari Lagos, Nigeria, yang diselundupkan melalui pengi-riman kargo," kata Krisno di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin.

Informasi itu diterima dari masyarakat pada 28 September lalu. Tim kemudian melakukan pengecekan bersama pihak Bea Cukai.

Saat mendatangi kargo, seorang berinisial A berencana melakukan pengurusan pengambilan paket. Namun, paket justru diambil tersangka EF dan SZ.

"Dengan bantuan anggota Satlantas Polres Bandara, mobil yang ditumpangi tersangka dihentikan.

Keduanya sempat berusaha melarikan diri, tetapi berhasil kami amankan," ungkap Krisno.

Saat dilakukan penangkapan ditemukan barang bukti beru-pa dua dus besar berisi sabu seberat 12 kg.

Sabu tersebut di sembunyikan di dalam paket fi lter oli oleh kedua tersangka. "Tim bersama tersangka ke-mudian menuju ke kediaman A (buron).

Dalam perjalanan tersangka SZ melawan dan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur," kata Krisno.Selain itu, terang dia, Bareskrim Polri juga mengungkap peredaran sabu jaringan Malaysia-Medan-Pekanbaru-Jakarta-Surabaya-Banjarmasin.

Satu tersangka berinisial TSD alias Narji ditangkap.Dari tangan tersangka di-aman kan 40 kg sabu. Modus pelaku menggunakan kamar hotel sebagai gudang penyimpanan.

Dalam kasus ini ada ti ga orang masuk ke daftar pencarian orang (DPO), yaitu Pablo, Kakuzu dan JN. Krisno menyebut Narji berperan sebagai pengirim sabu sebanyak empat kali sepanjang periode Juni-September.

DPO Pablo sebagai pengendali, Kakuzu membiayai fasilitas pengiriman, dan JN anggota sindikat.Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hi-dup atau paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

16 tersangka

Kemarin, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Satuan Narkoba Polres mem beberkan hasil pengungkapan kasus narkoba selama dua bu lan terakhir.

Petugas menyi ta 66,83 kg sabu, 7.388 butir pil ekstasi, 13,8 gram bubuk ekstasi, serta menangkap 16 tersangka. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan penangkapan ini merupakan pengembangan terhadap kasus narkoba di Deli Serdang, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.

Saat itu, polisi menyita sabu seberat 42 kg. Pun modus seluruh tersangka juga serupa dengan kasus di Deli Serdang, yakni membungkus narkoba dengan plastik teh cina.Lebih jauh, imbuh Yusri, dari penangkapan ini pihaknya diperkirakan telah menyela-matkan 336.549 orang dari an-caman barang haram tersebut. (Ykb/Faj/J-2

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

'Positivity Rate' DKI Jakarta Turun Di Bawah 10%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:04 WIB
'Positivity rate' Jakarta berada di angka 9,6%. Angka ini dipandang baik karena selama satu bulan sebelumnya angka 'positivity...
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Puncak Arus Mudik Libur Panjang Diprediksi Mulai Besok

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 26 Oktober 2020, 18:06 WIB
Istiono mengemukakan arus mudik akan mulai dipenuhi kendaraan pada area jalan tol dan arteri dari...
MI/Reza

Depok Kembali jadi Zona Merah Penularan Covid-19

👤Kisar Rajaguguk 🕔Senin 26 Oktober 2020, 17:28 WIB
Satuan Tugas Penanganan virus korona atau covid-19 menyampaikan pekan ini Kota Depok kembali ke zona merah penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya