Kamis 08 Oktober 2020, 04:47 WIB

Simulasi Uji Coba Imunisasi Vaksin Covid-19 Dimulai

Ins/Van/Ant/CNA/X-7 | Humaniora
Simulasi Uji Coba Imunisasi Vaksin Covid-19 Dimulai

Medcom.id
Ilustrasi

 

PEMERINTAH menargetkan imunisasi vaksin covid-19 dimulai pada akhir 2020. Sebagai persiapan menuju imunisasi tersebut, Kementerian Kesehatan mulai (Kemenkes) melakukan simulasi uji coba vaksin covid-19 di puskesmas sejumlah daerah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, M Budi Hidayat, mengatakan uji coba telah dilakukan di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dan di Kota Bogor, Jawa Barat.

“Sekarang sedang diteliti dan diupayakan untuk meminimalisasi risiko-risiko yang akan terjadi. Kalau memang ada risiko, pasti tidak akan kita lakukan. Yang sudah diberikan ini aman,” katanya dalam siaran pers Kemenkes, kemarin.

Budi memastikan vaksin yang akan diberikan kepada peserta imunisasi aman, sehingga tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan. Sebab, vaksin terpilih telah melewati sejumlah rangkaian uji coba dan teruji secara klinis.

Menurutnya, tahapan uji coba vaksinasi itu merupakan bagian dari kesiapan Indonesia untuk melakukan vaksinasi massal apabila sewaktu-waktu vaksin definitif covid-19 telah ditemukan.

“Saat ini kita siapkan dulu SOP, SDM, dan logistik yang diperlukan untuk menyatakan kita siap melakukan vaksinasi massal,” tambah Budi.

Dalam tahapan vaksinasi, katanya, peserta akan di-screening terlebih dahulu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta (komorbid) atau tidak.

Adapun bagi peserta yang sehat, dapat menerima vaksinasi tahap pertama.

Secara terpisah, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, mengatakan Indonesia berupaya mendapatkan vaksin dari perusahaan raksasa farmasi Inggris-Swedia, Astrazeneca.

Kementerian Luar Negeri dan Badan Usaha Milik Negara, lanjutnya, sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan yang berbasis di Inggris
tersebut.

“Pemerintah akan memberikan dosis kepada sekitar 68 juta orang melalui BPJS Kesehatan. “Pemerintah siap menanggung biayanya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan vaksin untuk melawan covid-19 mungkin sudah siap pada akhir tahun. Untuk itu, dia menyerukan solidaritas dan komitmen politik dari semua pemimpin untuk memastikan pemerataan vaksin ketika tersedia.

“Kami akan membutuhkan vaksin dan ada harapan akhir tahun ini kami dapat memiliki vaksin. Masih ada harapan,” kata Tedros dalam sambutan penutup pada pertemuan Dewan Eksekutif WHO yang membahas tanggapan global terhadap pandemi.

Sembilan vaksin eksperimental sedang disiapkan untuk fasilitas vaksin global COVAX. Skema yang dipimpin WHO itu bertujuan untuk mendistribusikan 2 miliar dosis pada akhir 2021. (Ins/Van/Ant/CNA/X-7)

Baca Juga

MI/LIBRAINA

UT Terus Maju Tingkatkan Pelayanan Pendidikan Jarak Jauh

👤Bay/S2-25 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:56 WIB
Dikatakan, ada tiga program penting dalam mendukung kesuksesan mahasiswa, yakni pertama distance learning skill workshop. Kedua, kegiatan...
Dok.

Destinasi Wisata yang Tak Hanya Manjakan Mata

👤 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:30 WIB
Menjelajahi Indonesia saja, Kamu akan menemukan apa pun yang Kamu...
Dok Rutgers WPF Indonesia

Rutgers WPF Indonesia Beri Pendidikan Reproduksi bagi Remaja

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:04 WIB
Program tersebut diantaranya, Get Up Speak Out [GUSO], Yes I Do [YID], Prevention+ [P+], Dance 4 Life [D4L], dan Explore4Action[E4A] yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya