Kamis 08 Oktober 2020, 04:41 WIB

Utamakan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Iam/Ant/X-8 | Humaniora
Utamakan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Antara/ Hendra
Ilustrasi -- Para petani bekerja di sawah

 

GURU Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menilai peningkatan kesejahteraan petani perlu diutamakan setelah melihat sektor pertanian yang tetap tumbuh pada kuartal II di tengah pandemi covid-19.

Kesejahteraan petani, menurut Hermanto, bisa dijaga melalui upaya untuk memastikan kelancaran rantai pasok, ketersediaan pupuk yang berkualitas, dan lainnya. “Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, yang perlu dijaga ialah kelancaran rantai pasok agar harga yang diterima petani tetap stabil,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, imbuh dia, input-input usaha tani, terutama pupuk, perlu dijaga ketersediaannya dan tingkat harganya agar sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Di tengah pandemi, bantuan langsung tunai (BLT) untuk petani pun juga perlu diberikan.

“Karena sebagian petani juga tergolong miskin. Maka, BLT juga harus diberikan kepada petani secara tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat waktu,” ujar Hermanto.

Dalam rapat mengenai korporasi petani dan nelayan dalam mewujudkan transformasi ekonomi, dua hari lalu, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar momentum pertumbuhan di sektor pertanian dilanjutkan demi menopang kesejahteraan petani dan nelayan.

Meskipun di tengah krisis akibat wabah korona, kinerja sektor pertanian dilaporkan tetap di zona pertumbuhan positif. Berdasarkan data Badang Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian terus bertumbuh selama dua triwulan berturut-turut.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan sektor pertanian menjadi penopang pendapatan negara dan kehidupan masyarakat Indonesia selama pandemi covid-19. “Selama tujuh bulan kita berhadapan dengan covid-19, pertanian menyumbang pendapatan negara. Semua sektor pertanian tumbuh menjadi 16,42%. Ada juga yang tumbuh di atas 2%, yakni infokom karena semua memakai ponsel. Tapi, yang tumbuh secara nyata itu pertanian,” katanya.

Sementara itu, LIPI mendorong diversifi kasi produksi dan konsumsi pangan untuk menjaga ketahanan pangan nasional di masa pandemi. ‘’Penguatan pangan lokal melalui diversifi kasi produksi dan konsumsi akan menjaga ketahanan pangan nasional dari goncangan pasokan pangan dunia,’’ kata peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Purwanto dalam seminar virtual Jamur Pangan sebagai Sumber Protein Nabati di Masa Pandemi Covid-19 di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, semakin banyak- nya rumah tangga yang melakukan aktivitas pengolahan makanan di rumah dapat menjadi awal bagi gerakan pemanfaatan pekarangan atau halaman rumah sebagai media tanam mini beberapa jenis tanaman usia pendek. Namun, program bantuan pangan dalam berbagai bentuk harus tetap dijalankan selama perekonomian belum mencapai kondisi yang lebih baik dalam menyediakan lapangan kerja dan membuka peluang bagi peningkatan pendapatan masyarakat. (Iam/Ant/X-8)

Baca Juga

Shutterstock/Medcom.id

Evaluasi Segera Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

👤Ata/Wan/X-8 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:58 WIB
Peristiwa memilukan itu terjadi pada 27 Oktober lalu. Korban ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya. Dia nekad...
AFP Photo/Paolo Miranda/Medcom.id

Banyak Perawat Mulai Kelelahan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:39 WIB
Tugas para perawat yang tidak terinfeksi covid-19 kian berat karena bisa double shift. Pemerintah diharapkan makin memperhatikan...
Medcom.id

Warga Diminta tidak Pulang Serentak

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:02 WIB
Warga tetap diingatkan agar jangan melupakan kewajibannya untuk menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah munculnya klaster baru saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya