Kamis 08 Oktober 2020, 05:45 WIB

Bank BTN Salurkan Pembiayaan Rp18,15 Triliun

RO/E-3 | Ekonomi
Bank BTN Salurkan Pembiayaan Rp18,15 Triliun

DOK BTN
Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama Bank BTN.

 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melanjutkan kinerja positif perseroan per kuartal III/2020 kendati di tengah tekanan pandemi covid-19. Perseroan berhasil memenuhi komitmen kontribusi perseroan pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hingga September 2020, Bank BTN telah berhasil menyalurkan dana program PEN sebesar Rp18,15 triliun kepada sekitar 60 ribu de­bitur. Dengan catatan positif tersebut, perseroan juga kembali dipercaya pemerintah untuk mendapatkan tambahan penempatan dana negara sebesar Rp5 triliun. Sehingga total realisasi penempatan uang negara menjadi Rp10 triliun dari penempatan semula senilai Rp5 triliun.

“Kondisi pandemi ini menjadi momentum bagi kami untuk terus berinovasi dan menggelar perbaikan sehingga dapat tetap mencatatkan kinerja positif. Secara keseluruhan, kinerja kami saat ini sesuai dengan rencana target yang kami canangkan,” papar Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury di Ja­karta, kemarin.

Sebelumnya, Pahala mencanangkan Bank BTN untuk menyalurkan pembiayaan hingga 3 kali lipat atau sebesar Rp30 triliun dari dana yang ditempatkan pemerintah di Bank BTN.

Catatan kinerja positif juga tecermin dari dana pihak ketiga (DPK) Bank BTN yang mencatatkan pertumbuhan sekitar 18,7% yoy pada kuartal III/2020. Sejalan dengan itu, kondisi likuiditas juga terjaga yang tecermin dari posisi loan to deposit ratio (LDR) BBTN yang berada di level sekitar 93,26% per September 2020.

Bank BTN tetap memerhatikan asas kehati-hatian dalam penyaluran kredit sehingga dapat menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) nett di level sekitar 2,26% per September 2020.  

Sementara itu, Bank BTN juga te­lah meraih berbagai sertifikasi sejalan dengan komitmen perseroan mengedepankan good corporate go­vernance (GCG). Di antaranya, Bank BTN meraih sertifikat SNI ISO 37001:2016 dalam bidang kredit komersial (commercial lending) dan  bidang pengadaan (procurement).

ISO 37001:2016 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Antipenyuapan (Antibribery Management System). Sertifikasi yang diperoleh BTN tersebut menegaskan komitmen kepatuhan Bank BTN terhadap implementasi Undang-Undang No 28 Tahun 1999 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

“Sertifikat SNI ISO 37001:2016 sangat berarti bagi Bank BTN dalam melakukan transformasi perusa­haan menuju the best mortgage bank in South East Asia yang kita targetkan pada Tahun 2025,” kata Pahala. (RO/E-3)

Baca Juga

Dok: Biro Setwapres

Wapres tak Ingin Indonesia Jadi Tukang Stempel Produk Halal Global

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:10 WIB
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia masih banyak mengimpor produk halal dari berbagai negara. Indonesia masih menjadi...
MI/Ramdani

Wapres Ingin Indonesia Jadi Produsen Halal Terbesar Dunia di 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:05 WIB
Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, lanjut Wapres, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pemerintah akan Jadikan Indonesia Pemimpin Industri Halal Dunia

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 10:39 WIB
Potensi besar Indonesia menjadi pemimpin industri produk halal dunia, InshaAllah dapat segera...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya