Kamis 08 Oktober 2020, 00:08 WIB

Le Minerale Edukasi soal Ekonomi Sirkular di Pulau Komodo

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Le Minerale Edukasi soal Ekonomi Sirkular di Pulau Komodo

Dok. Le Minerale
kerja sama Le Minerale-IWP-ADUPI dalam gerakan ekonomi sirkular di Pulau Komodo

 

SETELAH berpartisipasi pada acara World Cleanup Day pada September lalu, produsen air mineral, Le Minerale memulai langkah strategis berikutnya dengan mendukung pengelolaan sampah plastik di Pulau Komodo. Dalam Gerakan Ekonomi Sirkular Pulau Komodo, Le Minerale bekerja sama dengan Indonesia Waste Program (IWP) dan Asosiasi Daur Ulang Indonesia (ADUPI).

IWP bertugas melakukan edukasi kepada masyarakat Pulau Komodo, serta mengumpulkan dan memilah sampah plastik. Sedangkan ADUPI berperan dalam pengolahan sampah plastik menjadi produk baru yang bernilai ekonomi tinggi.

Kerja sama itu diharapkan bisa mencari solusi terbaik dari permasalahan sampah plastik di Pulau Komodo dan masyarakat pun mendapat nilai tambah. Dengan menjaga lingkungan, ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata juga terjaga. 

Dalam sambutan melalui video, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan pemerintah mendukung penuh partisipasi para penggagas konversi sampah menjadi material yang memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungannya.

"Pemerintah menghargai setinggi-tingginya mereka yang menggerakkan sebanyak mungkin orang untuk mengurai sampah menjadi salah satu mata rantai dari konsep ekonomi sirkulasi," kata Siti.

Siti menegaskan, pemerintah akan selalu mendukung semua pihak penyelenggara ekonomi sirkulasi dari sampah, terutama sampah plastik, yang sering dituding sebagai material pencemar lingkungan.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengucapkan terimakasih, khususnya untuk PT. Tirta Fresindo Jaya yang tidak hanya berproduksi dengan menggunakan bahan plastik, namun juga berinovasi memperlihatkan rasa tanggung jawabnya dengan beragam inisiatif, khususnya tentang pengelolaan serta pemanfaatan sampah plastik," ujarnya.

Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya Ronald Atmadja mengatakan, pihaknya memiliki komitmen tinggi mendukung upaya pemerintah dan ingin berkontribusi sebesar-besarnya mengelola sampah plastik.

Baca juga : Dorong Pengurangan Sampah Plastik

"Saat ini kami sedang menyusun road map sustainability plastik. Mulai dari bahan baku sampai sampah akan dikelola dengan baik dan mendukung kelestarian lingkungan. Botol dan galon Le Minerale terbuat dari plastik PET yang dapat didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan. Le Minerale bersama KLHK sedang intens menjalin kerja sama untuk bergerak bersama," ujarnya.

Sementara ADUPI menyoroti paradigma masyarakat seringkali kurang tepat. Ketua Umum ADUPi Christine Halim mengatakan, plastik PET adalah bahan yang paling ramah lingkungan jika dibandingkan dengan jenis plastik lainnya, karena paling mudah di daur ulang.

Menurutnya, sampah plastik PET harus dilihat dan diperlakukan sebagai bahan baku, bukan sebagai sampah yang tidak bernilai. Industri daur ulang memerlukan sampah plastik dalam jumlah besar, terutama jenis PET dengan kode 1 seperti yang dipakai botol dan galon sekali pakai. Karena harganya mahal, sampah plastik PET menjadi rebutan para pemulung dan sulit ditemukan di tempat pembuangan akhir.

“Plastik PET dapat didaur ulang hingga 50 kali dan menghemat bahan baku produksi. Tren permintaan ekspornya terus naik. Karena itu kami menghimbau masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah, bekerja sama dengan bank sampah atau petugas pemilahan sampah, agar plastik tersebut menjadi sumber ekonomi berkelanjutan,” tegas Christine.

Sustainability Manager Le Minerale Febri Hutama mengatakan, kerja sama itu akan terus membesar dan bekerja sinergis, bukan hanya mengelola plastik sampah kemasan Le Minerale tapi juga merek-merek lain.

"Dengan pendekatan ekonomi sirkular, sampah plastik yang semula kita pandang sebagai masalah justru mendatangkan rejeki dan berkah. Karena selain menjaga lingkungan, dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat,” imbuh Febri.

Koordinator IWP Ica Marta Muslin mengapresiasi dukungan Le Minerale pada Gerakan Ekonomi Sirkular Pulau Komodo.

"Kami optimistis dapat melindungi aset pariwisata kami sekaligus mendapatkan tambahan finansial dari pengelolaan sampah," katanya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Shutterstock/Medcom.id

Evaluasi Segera Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

👤Ata/Wan/X-8 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:58 WIB
Peristiwa memilukan itu terjadi pada 27 Oktober lalu. Korban ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya. Dia nekad...
AFP Photo/Paolo Miranda/Medcom.id

Banyak Perawat Mulai Kelelahan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:39 WIB
Tugas para perawat yang tidak terinfeksi covid-19 kian berat karena bisa double shift. Pemerintah diharapkan makin memperhatikan...
Medcom.id

Warga Diminta tidak Pulang Serentak

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:02 WIB
Warga tetap diingatkan agar jangan melupakan kewajibannya untuk menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah munculnya klaster baru saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya