Rabu 07 Oktober 2020, 12:15 WIB

Dorong Pengurangan Sampah Plastik

Eni Kartinah | Humaniora
Dorong Pengurangan Sampah Plastik

Dok.Ist
Para startup terpilih dalam program Plastic Reborn 2.0.

 

KOLABORASI lintas daerah dan bisnis telah menyatukan para startup terpilih yaitu MallSampah, Clean Up dan Gringgo sebagai penerima hibah untuk mengaplikasikan materi akselerasi bisnis yang mereka dapat ke dalam proyek bisnis untuk kemudian dipasarkan secara langsung. Data menunjukkan terjadi perluasan bisnis pada para grantees serta peningkatan kemampuan pengelolaan sampah kemasan plastik pasca konsumsi atau PET (Polyethylene Terephthalate) dengan jumlah total sebanyak 282 ton atau rata-rata peningkatan sebesar 24% yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk proses daur ulang.

Sementara sampah yang berhasil dikelola secara keseluruhan (organik dan anorganik) mencapai 464%. Hal ini menunjukkan program Plastic Reborn 2.0 mampu mendorong generasi muda untuk berkolaborasi mencari solusi untuk ekosistem pengelolaan sampah kemasan plastik pasca konsumsi di masa mendatang.

Baca juga: Pengurangan Sampah Plastik Terus Digelorakan

Diluncurkan pada 17 Juli 2019, 'Plastic Reborn 2.0' yang merupakan inisiatif yang dibangun oleh Coca-Cola Foundation Indonesia bersama Ancora Foundation, mengumumkan pencapaian dari program kolaborasi yang memiliki visi untuk mendorong terbangunnya ekosistem ekonomi sirkular termasuk penggunaan teknologi untuk mendorong terciptanya sistem persampahan dan daur ulang di Indonesia yang lebih efisien.

“Sejalan dengan visi global ‘World Without Waste’, CCFI bersama dengan mitra Ancora Foundation menginisiasi Plastic Reborn 2.0 sebagai wujud kami terhadap upaya pengurangan dampak limbah kemasan pasca konsumsi pada lingkungan. Para grantees berhasil mengembangkan kemampuan mereka dalam berkontribusi terhadap sektor industri pengolahan sampah dan daur ulang. Semangat tinggi mereka membuktikan bahwa apabila dikelola secara optimal, industri daur ulang limbah kemasan plastik pasca konsumsi di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar," ujar Wakil Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) Triyono Prijosoesilo.

“Kami bangga atas semangat dari para grantees dalam mencapai target dari program ini hingga mampu melebihi target semula. Melalui pendampingan pada program Plastic Reborn 2.0 yang telah berjalan selama 18 bulan, para startup  sukses berkolaborasi mengembangkan kapasitas usaha mereka dengan adopsi teknologi dan juga pengembangan secara operasional. Melihat kesuksesan para grantees melalui program ini, kami ingin mengajak para pebisnis muda Indonesia untuk ikut memajukan industri daur ulang sampah kemasan plastik untuk turut mewujudkan kelestarian lingkungan hidup,”  tambah Direktur Eksekutif Ancora Foundation, Ahmad Zakky Habibie.

Keberhasilan setiap grantees terlihat pada data  Plastic Reborn 2.0  yang terlihat peningkatan di bidang bisnis mereka. Tercatat dibandingkan tahun lalu, peningkatan jumlah sampah yang dikelola secara  keseluruhan MallSampah mencapai volume 25.3 ton sampah atau sebesar 361.1%, Gringgo meningkat 473 ton atau mengalami peningkatan 136.2% dan Clean Up mencapai 134 ton sampah atau mencapai 893.3%.

“Program akselerasi bisnis yang kami jalani telah mendorong MallSampah berinovasi dalam layanan pengelolaan sampah yang lebih baik dan mencapai pertumbuhan bisnis yang tinggi. Selain itu, bersama dengan Clean Up kami mengembangkan fitur “Mixed Waste” menjadi  aplikasi mobile pertama dari MallSampah sebagai bentuk solusi layanan pengelolaan sampah yang terintegrasi dalam satu platform, mulai dari sumbernya sampai dengan pemrosesan terakhir,” Co-Founder MallSampah Adi Saifullah Putra.

Hal senada disampaikan oleh Founder & General Manager Clean Up Indonesia Iqra Putra Sanur. “Fitur Mixed Waste adalah salah satu hasil dari program pendampingan akselerasi bisnis dari ‘Plastic Reborn 2.0’ bersama para ahli.”

Sementara itu, CEO & Co-Founder Gringgo Febriadi Pratama, mengungkapkan pendampingan program Plastic Reborn 2.0 sangat mendukung dalam mengembangkan layanan dan kapasitas usaha Gringgo.

Berdasarkan hasil yang dicapai melalui program ini, para startups terpilih telah dapat meningkatkan kapabilitas mereka dalam mengelola sampah plastik dengan jumlah rata-rata sebesar 81% dengan total 712 ton atau rata-rata sebanyak 21 ton setiap bulan.

“Pada Plastic Reborn 2.0’ menunjukkan dua faktor keberhasilan program terdapat dalam proses akselerasi bisnis dan kolaborasi sebagai kunci bagi para grantees menjalankan bisnis yang berkelanjutan. Kami sangat bangga atas hasil yang telah dicapai dari Plastic Reborn 2.0 dan berharap kegiatan ini dapat menjadi role-model yang diikuti oleh generasi muda dan daerah lain untuk mewujudkan pengelolaan sampah plastik Indonesia yang lebih baik,” ujar Triyono. (RO/A-1)

Baca Juga

ANTARA/Olha Mulalinda

Komorbid Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Pasien Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:56 WIB
Komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien covid-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi...
Dok Book My Show

Bersepeda Sembari Beramal di Bike for Hope

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:21 WIB
Tujuan utama dari acara Bike for Hope adalah donasi untuk pekerja seni yang terkena dampak...
MI/Adam Dwi

Suryopratomo Mimpi Jadi Pemain Sepak Bola

👤Suryani Wandari Putri 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 04:40 WIB
WARTAWAN senior Suryopratomo, 59, tak pernah sekalipun memimpikan menjadi Duta Besar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya