Rabu 07 Oktober 2020, 15:15 WIB

Membantu Meningkatkan Produksi Petani Kakao Indonesia

Mediaindonesia.com | Nusantara
Membantu Meningkatkan Produksi Petani Kakao Indonesia

Dok.Mondelez
Seorang pekerja tengah merawat bibit tanaman kakao.

 

DALAM kajian lembaga penelitian pasar Euromonitor International pada 2018  memproyeksikan bahwa kawasan Asia menjadi konsumen bahan kakao terbesar kedua di dunia, setelah Eropa Barat. Indonesia sebagai penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia, memiliki sektor kakao yang bertumbuh pesat dalam 30 tahun terakhir seiring meningkatnya jumlah petani kakao. Meski demikian, pertanian kakao Indonesia masih dihadapkan tantangan rendahnya rata-rata hasil panen per hektar bila dibandingkan dengan rata-rata global.

Sebagai salah satu upaya menjawab tantangan tersebut, pada hari ini Mondelez International membuka pusat penelitian tanaman kakao berskala global di Pasuruan, Jawa Timur, yang diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Pusat penelitian itu bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan praktik pertanian kakao yang efektif, inovatif serta ramah lingkungan, sehingga dapat menghasilkan panen dengan hasil yang lebih tinggi, berkualitas lebih baik.  

Baca juga: Ini Lho Enam Strategi Petani Kakao Hadapi Perubahan Iklim

Sebagai salah satu pengguna kakao terbesar di dunia, keberlanjutan pasokan kakao merupakan kunci pertumbuhan jangka panjang bagi Mondelez International di kawasan Asia. “Kakao merupakan bahan utama cokelat yang permintaannya terus meningkat, Mondelez International bertekad untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkontribusi menciptakan sektor kakao yang berkelanjutan”, ungkap Executive Vice President dan President Asia, Middle East and Africa Mondelez International, Maurizio Brusadelli dalam siaran persnya, Rabu (10/7).

“Para konsumen juga makin memiliki ekspektasi yang tinggi. Mereka menginginkan makanan ringan yang lezat dan merasa nyaman mengonsumsinya dengan mengetahui dari mana bahan bakunya diperoleh dan diproduksi dengan cara yang berdampak lebih baik pada lingkungan dan komunitas," lanjut Maurizio.

Pusat penelitian kakao dari Mondelez International di Pasuruan itu ditunjang fasilitas lengkap berteknologi canggih yang merupakan bagian dari jaringan pusat penelitian Mondelez International di berbagai wilayah di seluruh dunia. PCTC menggabungkan fasilitas penelitian dan pengembangan yang ditunjang laboratorium dan area pasca-panen dengan fasilitas percobaan agronomi kelas dunia yang dilengkapi area pembibitan dan modul penanaman seluas lima hekta sehingga para ilmuwan dapat meneliti cara pembudidayaan kakao yang optimal.

Nantinya, praktik dan teknologi yang dihasilkan dari Pusat Penelitian Kakao ini akan dapat diterapkan oleh para petani kakao yang tergabung dalam Cocoa Life, sebuah program pemberdayaan petani kakao secara global dari Mondelez International. Di Indonesia, program Cocoa Life telah berlangsung sejak 2013 dan saat ini telah memberdayakan lebih dari 43.000 petani kakao di delapan kabupaten yang tersebar di empat provinsi, yakni sekitar 25% dari total petani kakao di seluruh dunia yang menjadi bagian program tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi Mondelez International atas komitmennya terhadap sektor kakao. Kehadiran Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) dapat kita jadikan sebuah momentum untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif, serta ramah lingkungan yang nantinya dapat mendorong berkembangnya sektor kakao di Indonesia," ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian dalam sambutannya.

"PCTC akan menghadirkan ilmuwan dari dalam dan luar negeri yang turut bekerja bersama para petani dan pemasok pada wilayah penghasil kakao di Sulawesi, Sumatera dan Jawa Timur. Para ilmuwan menjalankan tugasnya, baik di pusat penelitian maupun di berbagai lokasi lain melalui kerja sama penelitian serta berbagai aktivitas di lokasi perkebunan melalui Program Cocoa Life", jelas Rob Hargrove Executive Vice President, Research, Development and Quality, Mondelez International.

Fokus PCTC pada ilmu tanaman kakao dan solusi teknis yang mendorong praktik pertanian yang memberikan hasil panen tinggi, berkelanjutan, serta berketahanan, ini merupakan perwujudan komitmen perusahaan untuk memasok 100% kebutuhan kakao untuk produksi cokelat melalui program Cocoa Life pada 2025 mendatang. (Ant/A-1)

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Tiga Pelaku Pembobolan 16 Minimarket di Brebes Dibekuk

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 02:25 WIB
KEPOLISIAN Resor (Polres) Brebes Jawa Tengah membekuk tiga pelaku spesialis pembobolan minimarket di sejumlaah lokasi di Kabupaten/Kota di...
Antara

Langgar Prokes, Dua THM di Capital Building Ditutup

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 02:05 WIB
SATGAS Penanganan Covid-19 Mebidang menutup sementara dua tempat hiburan malam (THM) yang berada di Capital Building di Kota Medan karena...
Ilustrasi

Cilacap Diterjang Banjir dan Longsor

👤Lilik Darmawan 🕔Senin 19 Oktober 2020, 22:16 WIB
Bencana banjir dan longsor menerjang sejumlah desa di Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) pada Senin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya