Rabu 07 Oktober 2020, 16:30 WIB

Hadir Kopor Canggih yang Dapat Membantu Tuna Netra Bepergian

Bagus Pradana | Weekend
Hadir Kopor Canggih yang Dapat Membantu Tuna Netra Bepergian

CNN/ Masashi Kurahashi
Ilmuwan IBM yang juga seorang penyandang tuna netra, Masashi Kurahashi, menciptakan kopor canggih yang dapat memetakan lingkungan sekitar.

BANDARA yang luas sering membuat orang kebingunan menemukan arahnya. Tantangan itu pun kerap jadi berlipat bagi penyandang tuna netra.

Hal yang sama dirasakan, Chieko Asakawa, seorang ilmuwan komputer dari IBM yang juga merupakan penyandang disabilitas kebutaan.  Asakawa yang setiap bulan melakukan perjalanan antara Amerika Serikat dan Jepang, mengaku sering harus dibantu oleh staf bandara untuk menemukan arah yang dituju. 

Tak ingin dipandang sebagai pribadi yang tidak otonom, Asakawa menciptakan teknologi untuk membantunya ketika berada di bandara. Dari situ hadirlah robot kopor berteknologi tinggi yang dapat menuntunnya menemukan gerbang atau pintu keberangkatan saat di bandara.

Kopor yang dilengkapi dengan aneka macam kamera dan sensor itu dapat memetakan lokasi, menghitung jarak, hingga memilihkan rute teraman dan tercepat bagi penggunanya agar sampai ke lokasi yang dituju.  Kopor canggih itu juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan lingkungan di sekitarnya yang dapat dikontrol dengan Aplikasi ponsel untuk merencanakan rute dan mengarahkan pengguna melalui getaran di pegangannya.

Konsep tersebut telah ia kembangkan sejak 2017, dalam kolaborasi antara IBM dan Universitas Carnegie Mellon di Pennsylvania. Asakawa saat itu ditunjuk sebagai peneliti utama Robotic Institute di IBM. 
Menurutnya koper tersebut dapat digunakan untuk membantu menavigasikan orang-orang tunanetra saat sedang dalam perjalanan jarak jauh. "Saya tidak pernah merasa santai saat bepergian sendiri sebelumnya," akunya seperti dilansir dari cnn.com, Selasa (6/10).

Asakawa percaya jika kedepan kopor rancangannya ini dapat membebaskan orang-orang tunanetra  dari keterbatasannya. Dengan menggunakan alat bantu gerak ini akan membuka banyak pintu bagi para tunanetra, karena kami bisa pergi kemana saja sendiri," pungkas Asakawa. (M-1)

Baca Juga

Dok. Nasa

Astronot Jalani Isolasi Mandiri Sebelum Kembali Ke Bumi

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:20 WIB
Tidak hanya beberapa minggu, kini astronot yang akan kembali ke bumi menjalani isolasi mandiri selama...
Science Film Festival 2020/ Goethe-Institut

Sains yang Menghibur di SFF 2020

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:20 WIB
Science Film Festival 2020 digelar Goethe - Institut dari 20 Oktober - 6 November...
Dok. Everyday is a Lullaby

Everyday is a Lullaby Tayang Perdana di Busan

👤Fathurrozak 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:06 WIB
Film karya Putrama Tuta itu jadi satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang BIFF...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya