Rabu 07 Oktober 2020, 16:30 WIB

Sumatra Selatan Bangun Bank Gabah Sejahterakan Petani

Dwi Apriani | Nusantara
Sumatra Selatan Bangun Bank Gabah Sejahterakan Petani

MI/Dwi Apriani
.

 

SUMATRA Selatan akan segera memiliki bank gabah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakatnya. Apalagi provinsi ini merupakan daerah penghasil beras yang didukung potensi alam yang luas.

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru memastikan hal itu, Palembang, Rabu (7/10). "Sebanyak 80% profesi masyarakat di Sumatra Selatan ialah petani. Ini tambah selaras lagi karena baru diketuk (DPRD) juga BUMD agribisnis yang kita usulkan. Semoga ini menjadi pintu besar kesuksesan kita mengelola pertanian Sumsel," kata Herman Deru, Rabu (7/10).

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan urusan gabah sampai menjadi makanan yang siap disajikan memang tak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, ia sangat menyambut baik penawaran kerja sama dengan Medco Agro Group dalam hal pertanian melalui pembangunan bank gabah. Ia berharap ada peningkatan produksi pertanian agar petani tidak menjadi buruh di tanahnya
sendiri.

Salah satu kendala yang kerap menjadi permasalah petani adalah soal ukuran padi yang masih belum seragam. Hal ini, menurutnya, berbeda dengan hasil produksi padi di beberapa negara penghasil padi yang terkenal di kawasan Asia.

"Petani bukan hanya butuh modal tapi yang tak kalah penting yaitu pembinaan hingga pemasaran. Kami harus seragamkan dulu (padinya) dan kerja sama ini memang harus dilakukan. Saya yakin kesejahteraan masyarakat Sumsel paling mungkin diwujudkan dari sektor pertanian ini," jelasnya.

Ketua Umum Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi), Soetarto Alimoeso, mengatakan, penawaran kerja sama untuk membangun bank gabah di Sumsel dilatarbelakangi banyak hal. Di antaranya Sumsel telah menjadi salah satu penghasil beras utama (surplus) keempat nasional dan penyedia gabah/beras bagi daerah lain di Indonesia.

Kemudian perdagangan gabah ke daerah lain di luar provinsi tidak dibatasi. Sayangnya, nilai tambah dari hasil industri gabah/beras kurang dinikmati petani dan masyarakat setempat.

Untuk itu, bank gabah di Sumsel perlu dibangun bersama. Ini akan berfungsi sebagai penyangga/penyedia gabah bagi penggilingan padi kecil. (OL-14)

Baca Juga

MI/Ignas Kunda

PUPR Siapkan Rp17 Miliar Untuk Pembangunan Irigasi Mbay Kiri

👤Ignas Kunda 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 09:07 WIB
Potensi persawahan di Kabupaten Nagekeo, NTT direspons oleh Kementerian PUPR dengan membangun saluran irigasi primer dan...
MI/Dwi Apriani

Kasus Positif Turun Drastis, Muba Masuk Zona Oranye

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 09:01 WIB
Kini Kabupaten Musi Banyuasin masuk zona oranye mulai 18 Oktober 2020. Hal ini didasari dengan makin turun kasus covid-19  dan...
MI/Lilik Darmawan

Nelayan Lakukan Efisiensi dengan Konversi di Masa Pandemi

👤Lilik Darmawan 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:37 WIB
"Jika dengan premium dibutuhkan 7-10 liter setiap harinya, dengan elpiji 3 kilogram, paling hanya 1-2...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya