Rabu 07 Oktober 2020, 12:40 WIB

Festival Iklim 2020 Dorong Penurunan Emisi 29% - 41%

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Festival Iklim 2020 Dorong Penurunan Emisi 29% - 41%

ANTARA/Saiful Bahri
MIGRASI BURUNG KUNTUL: Perubahan iklim menyebabkan banyak burung melakukan migrasi hingga ratusan kilometer guna bertahan hidup.

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Festival Iklim 2020 dengan tujuan untuk mendorong pelaksanaan aksi nyata pengendalian perubahan iklim di Indonesia, yang diselenggarakan mulai hari ini, 7- 27 Oktober 2020.

Dengan mengambil tema “Penguatan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19”, festival ini juga dimaksudkan untuk memberikan apresiasi atas inovasi berbagai pihak dalam menciptakan inisiatif pengendalian perubahan iklim.

"Tema Festival Iklim tahun 2020 yang diusung sangat relevan dengan situasi pandemi covid-19 yang kita hadapi dan tepat pula dengan momentum peringatan hari Sumpah Pemuda. Hal ini mengingatkan kembali kepada sejarah bangsa 92 tahun yang lalu ketika para pemuda bersatu untuk Indonesia," kata Wakil Menteri KLHK, Alue Dohong saat membuka secara resmi festival, Rabu (7/10).

Pembukaan Festival Iklim 2020 dilaksanakan secara terbatas di Arboretum Ir. Lukito Daryadi, M.Sc. Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta dan juga ditayangkan secara daring melalui YouTube Kementerian LHK. Masyarakat dapat mengakses informasi agenda lengkap pada tautan festivaliklim2020.id melalui perangkat elektronik pintar.

Festival Iklim 2020 ini juga dimanfaatkan sebagai media komunikasi kepada publik, atas berbagai upaya pemerintah bersama-sama dengan para pemangku kepentingan dalam pengendalian perubahan iklim. Menteri LHK pada sambutannya yang dibacakan oleh Wamen Alue Dohong menyampaikan bahwa festival iklim yang dirayakan tahun ini merupakan sarana outreach kepada publik, tentang implementasi kebijakan perubahan iklim yang telah dilakukan selama kurun waktu 5 tahun sejak berdirinya Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), serta sharing best practices yang dilakukan Kementerian/Lembaga maupun masyarakat.

Wamen Alue menerangkan, Indonesia telah meratifikasi Persetujuan Paris menjadi Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim).

"Pemerintah Indonesia menyatakan komitmen Negara untuk menurunkan emisi sebesar 29% sampai dengan 41% dengan kerjasama internasional pada 2030, serta secara bersamaan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Komitmen negara tersebut, ditulis dalam suatu dokumen negara yang disebut NDC,” terang Wamen Alue Dohong.

Dalam NDC, Indonesia fokus mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di lima sektor yaitu hutan dan lahan termasuk gambut, limbah, energi dan transportasi, industri serta pertanian. Sebagai National Focal Point (NFP) to the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), Kementerian LHK mengkoordinasikan pelaksanaan NDC oleh 5 Kementerian/Lembaga baik di tingkat pusat maupun daerah. Pelaksanaan NDC bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat, serta mitra pembangunan yang menjadi bagian penting dari keseluruhan implementasi kebijakan perubahan iklim di Indonesia.

"Festival ini juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui berbagai kompetisi menarik, seperti kompetisi gerakan nol emisi, lomba foto dan video, apresiasi kampung iklim dan masih banyak lagi, untuk merayakan kreatifitas segenap komponen masyarakat dalam menciptakan inisiatif-inisiatif kegiatan mitigasi dan adaptasi," kata Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), KLHK, Ruandha A. Sugardiman.

Ruandha menyampaikan, penyelenggaraan Festival Iklim 2020 ini turut didukung oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH atas nama Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan Hidup, Konservasi Alam dan Keamanan Nuklir dan Global Green Growth Institute (GGGI).

Ruandha mengharapkan, kerja sama bilateral dan multilateral semakin meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap isu-isu perubahan iklim sehingga semakin banyak pula komponen masyarakat yang turut berperan aktif dalam mewujudkan target pengendalian perubahan iklim nasional. Sehingga terwujudnya tujuan Perjanjian Iklim Paris 2015 yakni pembatasan kenaikan suhu global di rentang 1,5 - 2 derajat Celcius.(H-1)

Baca Juga

123RF

Kreativitas Dorong Kemandirian Bangsa

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:00 WIB
SETELAH lulus sekolah atau kuliah nanti mau bekerja di mana? Pertanyaan lumrah tersebut mulai saat ini rasanya tidak pas untuk ditanyakan...
Dok. Media Indonesia

MI Kembali Raih Penghargaan Koran Berdedikasi Berbahasa Indonesia

👤Dero Iqbal Mahendra 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 23:57 WIB
Ini merupakan kali kedua secara berturut turut Media Indonesia mendapatkan penghargaan dalam kategori yang sama, sebelumnya Media Indonesia...
Dok.WOM Finance

Hari Dokter Indonesia, Perusahaan Ini Donasikan APD ke Tiga RS

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 23:47 WIB
kegiatan pemberian donasi berupa baju hazmat, sarung tangan karet, masker medis dan faceshield ini sebagai bentuk dukungan WOM Finance...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya