Rabu 07 Oktober 2020, 09:55 WIB

Polda Jambi Deteksi Kampanye Negatif di Pilkada Jambi

Solmi | Nusantara
Polda Jambi Deteksi Kampanye Negatif di Pilkada Jambi

Istimewa
Direktur Ditreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Edi Faryadi

 

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Ditreskrimsus Polda) Jambi hinga Selasa (6/10) telah merekam ribuan percakapan mengaitkan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020 di Provinsi Jambi. Menurut Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Edi Faryadi, perekaman tersebut merupakan langkah pengawasan dari Polri terhadap potensi pelanggaran hukum dari para peserta pilkada maupun tim suksesnya pada masa kampanye yang berlangsung 26 September-5 Desember 2020.

Di Jambi, saat ini ada hajatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Batanghari, Tanjungjabung Timur, Tanjungjabung Barat, Kabupaten Bungo, serta pemilihan wali kota dan wakil wali kota Sungaipenuh.

Edi Faryadi menyebutkan, Polda Jambi melalui tim khusus yang didukung kemampuan dan peralatan teknologi informasi yang mumpuni, secara otomatis mampu memilah percakapan pilkada yang lalu-lalang di medsos, Mana saja percakapan yang dianggap melanggar.

"Secara otomatis, kita akan kategorikan mana yang sifatnya menyinggung, mana sifatnya ujaran kebencian lemah, sedang dan kuat. Setiap percakapan di media sosial sistem di Polda Jambi bisa membagi mana percakapan yang tidak bagus, otomatis termonitor," kata Edi Faryadi.

Dari percakapan yang direkam, ada beberapa pihak sudah mencoba menyebarkan isu negatif mengaitkan individu, kelompok berbau SARA.

"Percakapan jenis itu masuk kategori ujaran kebencian," kata Edi. 

Bertalian dengan situasi pandemi saat ini, tambah Edi, dari percakapan yang terekam, ada juga pengguna medsos menohok pihak tertentu dengan menyebar isu. Antara lain pemberian sanksi atau pembubaran acara kampanye oleh petugas penyelenggara pemilu karena dianggap tidak mengikuti protokol covid-19.

baca juga:Ketua KPU Karangasem Digoyang Bawaslu 


"Jika ada yang seperti itu, Polda Jambi akan ambil tindakan tegas. Antara lain dengan melakukan 'take down' terhadap berita-berita jenis tersebut agar tidak tersiar luas. Sehingga  berpotensi menberikan dampak buruk terhadap situasi kamtibmas," tegas Edi.

Ia mewanti-wanti para pelaku penyebar berita dan kampanye negatif dapat dikenai sanksi pidana diatur dalam UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. Edi juga menambahkan Polda Jambi menggandeng pihak eksternal yang selalu update dan memonitoring media sosial.

"Dan kita berkoordinasi juga dengan Asosiasi Pengguna Jasa Internet (APJI)," tambahnya. (OL-3)


 

Baca Juga

Istimewa

Wilayah Selatan Cianjur kembali Diterjang Bencana Hidrometeorologi

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:52 WIB
Terrdapat tiga kecamatan yang diterjang banjir luapan air sungai, abrasi, serta tanah longsor akibat banir dan curah hujan tinggi di...
Twitter @KawanBaikKomodo

Foto Komodo Adang Truk Viral, Pulau Rinca Akhirnya Ditutup

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:49 WIB
Selain menutup resort tersebut, proyek Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Pulau Rinca juga...
MI/Kristiadi

Layanan Masyarakat di Pemkot Tasikmalaya Tetap Normal

👤Kristiadi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:38 WIB
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhamad Yusuf mengatakan pegawai tetap semangat melayani masyarakat meskipun wali kota ditahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya