Rabu 07 Oktober 2020, 08:39 WIB

Dinkes Tasikmalaya akan Pulangkan Santri yang Negatif Covid-19

Kristiadi | Nusantara
Dinkes Tasikmalaya akan Pulangkan Santri yang Negatif Covid-19

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan rapid test pada santri di Ponpes Riyadlul Ulum Wadda'wah Condong Tasikmalaya

 

SEBANYAK 110 orang dari lingkungan pondok pesantren yang berada di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, terkonfirmasi positif covid-19. Dinas Kesehatan juga telah mencatat satu pasien baru dari pesantren lain di Kecamatan Kawalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan telah mengambil langkah untuk penanganan klaster pesantren dan pasien positif yang memiliki gejala sedang hingga berat untuk diisolasi di rumah sakit. Sementara pasien dengan gejala ringan diisolasi di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Negeri Siliwangi (Unsil). Sedangkan pasien tanpa gejala tetap akan diisolasi di lingkungan pesantren lantaran kurangnya tempat isolasi.

"Aturan ini akan berlaku ke pesantren lain jika ditemukan kasus positif karena keterbatasan fasilitas ruang isolasi dan mudah-mudahan tidak ada tambahan lagi. Kami memastikan hanya pasien tanpa gejala yang akan diisolasi di lingkungan pesantren. Pasien yang diisolasi di pesantren juga harus dipastikan kondisinya baik, tidak ada keluhan dan tak punya riwayat penyakit bawaan," kata Uus, Rabu (7/10).

Dinas Kesehatan akan mengatur ruang isolasi agar pasien tidak berinteraksi dengan warga pesantren dan bagi para tenaga kesehatan juga telah disiagakan secara rutin mengujungi dan memantau perkembangan pasien di pesantren. Sekarang ini, pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap lingkungan pesantren. Santri yang dipastikan sehat dan negatif covid-19 akan dipulangkan lebih dulu ke rumah masing-masing.

"Untuk sekarang ini masih terus melakukan penelusuran di lingkungan pesantren, santri yang telah dipastikan sehat dan negatif covid-19 di pesentren yang menjadi klaster tentunya akan dipulangkan ke rumahnya. Jadi mereka yang sehat kita izinkan pulang setelah melalui proses pemeriksaan," ujarnya.

Baca juga: Kota Tasikmalaya Masuki Gelombang Kedua Serangan Covid-19

Uus menambahkan, untuk kegiatan belajar mengajar di pesantren yang ditemukan kasus positif covid-19 akan dihentikan sementara. Sedangkan pesantren lain yang belum ditemukan adanya kasus, diminta lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan terutama tetap memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan.

"Untuk memulangkan seluruh santri di Kota Tasikmalaya, perlu pembahasan dengan yang dilakukan bersama gugus tugas dan kita juga akan sampaikan kondisi terkini dari pesantren, yang mengambil keputusan. Namun, kondisi sekarang memang peningkatan kasus covid-19 harus diwaspadai bersama terutama bagi masyarakat jangan menganggap virus korona ini sudah hilang," paparnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Bagus Suryo

Buruh Minta UMP Naik 5%, Sulsel Tetap Ikut Aturan Menaker

👤Lina Herlina 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:33 WIB
Pemprov Sulawesi Selatan tetap berpegang pada surat edara Menaker untuk tidak menaikkan upah minimum provinsi 2021 meski buruh minta...
MI/Reza Sunarya

Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Arah Cikampek

👤Reza Sunarya, Hilda Julaika 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:19 WIB
Jasa Marga dan Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow mulai dari Km 47 hingga Km 61 arah Cikampek sejak pukul...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Warga Sikka Hanya Disiplin Prokes Saat Ada Operasi Yustisi

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:52 WIB
Rendahnya disiplin protokol kesehatan covid-19 di Kabupaten Sikka masih rendah. Mereka hanya disiplin saat ada operasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya