Rabu 07 Oktober 2020, 04:15 WIB

Persiapan Matang di Masa Peralihan Musim

Lilik Dharmawan | Nusantara
Persiapan Matang di Masa Peralihan Musim

MI/LILIK DHARMAWAN
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy.

 

PEMETAAN wilayah rawan bencana telah dilakukan sejumlah daerah. Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, misalnya, memiliki 30 desa rawan banjir dan 64 desa rawan tanah longsor.

“Peringatan juga sudah kami sampaikan ke masyarakat di daerah rawan untuk senantiasa waspada. Pancaroba sudah datang ke Cilacap, membawa hujan deras dan angin kencang,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tri Komara Sidhy, kemarin.

Pemetaan daerah rawan ini harus dilakukan sehingga BPBD bisa menyiapkan personel dan peralatan jika sewaktu-waktu bencana terjadi. Kemarin, bencana berupa hujan deras dan angin kencang sudah datang ke Cilacap. Sejumlah rumah dilaporkan terdampak, satu di antaranya roboh.

Pemetaan juga sudah dilakukan di Kota Sukabumi. Hasilnya? “Sebanyak 26 kelurahan memiliki kerentanan tinggi terdampak cuaca ekstrem dan angin puting beliuang di masa perubahan cuaca. Tingkat risikonya mayoritas tinggi,” kata Kepala Seksi Pencegahan BPBD Zulkarnain Barhami.

Berkaca pada tahun lalu, cuaca ekstrem dan angin puting beliung terjadi sebanyak 352 kali. Dari 33 kelurahan, 26 kelurahan terdampak.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi- potensi bencana,” pungkas Zulkarnain.

Hujan dengan intensitas sedang hingga deras juga sudah turun di Nusa Tenggara Timur. Hujan yang turun pada siang hingga sore berpotensi terjadi di 8 kabupaten, yakni Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Ngada, Manggarai Barat, dan Manggarai.

“Masyarakat harus mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor. Hujan disertai petir, dan angin kencang juga sudah terjadi di Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu,” papar Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, Apolinaris Geru.

Dari Jawa Timur, musim kemarau yang sepenuhnya belum berlalu membuat Komisi E DPRD merekomendasikan penyelesaian jangka menengah dengan mencari lebih banyak sumber air dan mengalirkannya ke sejumlah lokasi rawan kekeringan. (LD/BB/PO/BK/FL/RS/N-3)

Baca Juga

Ilustrasi

Yogja Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

👤Ardi T 🕔Minggu 01 November 2020, 00:14 WIB
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, DI Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengingatkan, saat ini sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim...
metronews

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa Bunuh Diri

👤Lina Herlina 🕔Minggu 01 November 2020, 00:08 WIB
Polisi hentikan penyelidikan kasus siswa bunuh diri, MI, 16, yang diduga terbebani sistem belajar daring, karena pihak keluarga menolak...
MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya